US–Israel vs Iran War, Amran: Indonesia's Food Reserves Sufficient for 324 Days
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, menyebut stok cadangan pangan Indonesia masih tersedia untuk menunjang kebutuhan makanan selama 324 hari atau 10,8 bulan. Informasi itu Amran sampaikan saat menjelaskan kondisi ketahanan pangan Indonesia di tengah geopolitik yang memanas imbas peperangan Iran melawan Israel dan Amerika Serikat (AS). “Alhamdulillah setelah kami menghitung, kekuatan pangan kita dengan kondisi geopolitik yang memanas, pangan kita, cadangan kita sampai dengan hari ini itu tersedia sampai dengan 324 hari. Cadangan pangan kita,” kata Amran dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (6/3/2026). Meski cadangan pangan utama cukup banyak, proses produksi beras tidak lantas berhenti. Menurut Amran, proses produksi pertanian terus berjalan dan diproyeksikan menghasilkan 2,6 juta sampai 5,7 juta ton. “Range-nya antara dua minimal 2,6 juta sampai 5,7 juta ton. Jadi insya Allah pangan aman,” ujar Amran. Selain tekanan kondisi geopolitik global, Amran juga mengungkapkan kondisi iklim yang membayangi sektor pertanian. Beberapa waktu lalu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan, musim kemarau 2026 diprediksi datang lebih awal di banyak wilayah dan berlangsung lebih lama dari kondisi normal. Menurut Amran, pemerintah sudah menyiapkan skenario guna menghadapi ancaman iklim ini. Sebagai Menteri Pertanian, pemerintah juga telah berpengalaman menghadapi El Nino pada 2015, 2016, dan 2023. “Ini insyaallah lebih mudah kita hadapi. Kenapa? Di lapangan sudah siap pompanisasi 1,2 juta hektar,” kata Amran. “Pompa coverage-nya bisa menjangkau pompa kita 1,2 juta hektar yang tadah hujan. Oke? Kemudian tahun ini kita siapkan lagi 1 juta hektar,” tambahnya. Sebelumnya, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, memprediksi perang Iran melawan Israel dan AS akan berlangsung lebih dari satu bulan. Menurutnya, perang itu bahkan akan berlangsung lebih panjang jika operasi AS untuk mengganti rezim pemerintahan di Iran gagal. “Saya melihat perang ini enggak akan selesai dalam empat minggu atau satu bulan ke depan,” kata Luhut dalam unggahan Instagram pribadinya, Kamis (5/5/2026). Di tengah peperangan itu, Selat Hormuz ditutup pihak Iran, berdampak pada gangguan perdagangan minyak sehingga berdampak pada kondisi ekonomi dan energi banyak negara.