Indonesian Political, Business & Finance News

Indonesia Eyes US$1.4 Billion Investment in Solar Power Plant Factory, Completion by End-2026

| | Source: KOMPAS Translated from Indonesian | Energy

Jakarta – Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI), Danantara Rosan P. Roeslani, mengungkapkan Indonesia telah mengantongi investasi pembangunan pabrik pendukung Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) senilai US$1,4 miliar dengan kapasitas 50 gigawatt (GW). Investasi itu selaras dengan rencana Presiden Prabowo Subianto untuk mengkonversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menuju PLTS dalam rentang waktu 3-4 tahun mendatang.

Hal ini disampaikan Rosan usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo hingga Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026).

“Memang saya juga sampaikan kebetulan sudah ada masuk untuk investasi di Indonesia akhir tahun ini untuk pembangunan pabrik, investasi US$1,4 miliar dengan kapasitas 50 gigawatt,” kata Rosan, Kamis.

Pembangunannya membutuhkan waktu sekitar 1,5 tahun sehingga akan rampung pada akhir 2026.

“Jadi itu juga sudah investasi sudah masuk, akhir tahun ini akan selesai. Jadi itu juga akan membantu untuk kita bisa pakai produksi dalam negeri kita untuk proyek PLTS ini,” beber dia.

“Nah, itu yang dari Danantara sampaikan dan diharapkan nanti dari ESDM dan kami untuk mempersiapkan itu,” imbuhnya.

“Jadi kurang lebih dari usulan tadi awal 100 gigawatt, jadi ada 13 gigawatt terlebih dahulu yang rencananya akan diprioritaskan,” ungkapnya.

Adapun untuk mempercepat, Danantara sudah menyelesaikan prototype PLTS berkapasitas 1 Megawatt di Sumenep.

Prototype tersebut akan ditinjau langsung oleh tim, yang meliputi Kementerian ESDM dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Kemendikti Saintek).

Presiden kata Rosan, sudah memberikan arahan untuk menyediakan sejumlah opsi pendanaan untuk pembangunan PLTS.

“Yang itu diminta untuk kami melihat dan mempelajarinya strukturnya, bekerja sama dengan, baik dengan dalam negeri maupun dengan pihak swasta yang punya teknologi dan mempunyai kemampuan dari segi solar dan baterainya. Nah itu pembicaraan dari yang tadi berlangsung, yang fokusnya ada di situ,” tandas Rosan.

View JSON | Print