INCO Pushed Higher, But Target Price Still Far Off
INCO Digeber, Target Harga Masih Jauh
JAKARTA, investor.id – Saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melesat 11% ke level Rp 6.025 pada perdagangan Senin (11/5/2026), menyusul kabar bahwa rencana kenaikan tarif royalti komoditas tambang ditunda. Lantas, bagaimana prospek raja nikel tersebut, termasuk sahamnya?
Manajemen Vale Indonesia (INCO) telah mengadakan earnings call bersama para analis pada 8 Mei 2026. “Prospek kinerja operasional INCO pasca-earnings call 1Q26 cukup positif,” ungkap Investment Analyst Stockbit Sekuritas, Andrian Tanuwijaya dalam ulasannya, Senin (11/5/2026).
Manajemen INCO juga meyakini bahwa potensi kenaikan biaya cenderung terbatas dan optimistis terhadap outlook harga nikel dunia pada tahun ini.
Namun, belakangan ini INCO dibayangi oleh rencana perubahan regulasi pemerintah terkait royalti dan pajak. Jika kenaikan tarif royalti jadi diberlakukan sesuai formula awal, berdasarkan perhitungan Stockbit, laba per saham (EPS) INCO bakal turun sekitar 1,5% atau tidak signifikan.
“Meski demikian, market masih akan melihat kepastian mengenai rencana pemberlakuan pajak lainnya, seperti windfall tax,” sebut Andrian.
Mengenai potensi kenaikan cash cost, INCO masih optimistis untuk dapat mencapai cash cost sesuai panduan 2026 yang dipatok <US$ 10.000/ton.
Beberapa faktor yang mendasari optimisme tersebut, antara lain kenaikan volume produksi, sehingga tercapai economies of scale serta persediaan HSFO dan diesel yang diharapkan cukup mampu memitigasi dampak kenaikan harga minyak dunia.
Sementara itu, terkait dengan perkembangan pasar nikel dunia, manajemen INCO berpendapat bahwa kenaikan harga patokan mineral (HPM) bijih nikel di Indonesia membuat supply-demand nikel dunia menjadi lebih seimbang. Manajemen yakin harga nikel akan terus ter-support di level saat ini.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now