{
    "success": true,
    "data": {
        "id": 1732624,
        "msgid": "inco-pushed-higher-but-target-price-still-far-off-1778536245",
        "date": "2026-05-12 00:33:44",
        "title": "INCO Pushed Higher, But Target Price Still Far Off",
        "author": " ",
        "source": "GALERT",
        "tags": "",
        "topic": "Mining",
        "summary": "Shares of PT Vale Indonesia Tbk (INCO) surged 11% to Rp 6,025 on Monday following the postponement of a planned increase in mining royalty rates, with management expressing optimism about operational performance and limited cost pressures after the 1Q26 earnings call. Despite potential regulatory changes like windfall taxes posing uncertainties, INCO remains confident in achieving its 2026 cash cost guidance below US$10,000 per tonne, supported by higher production volumes and sufficient fuel stocks. The company anticipates sustained nickel prices globally due to balanced supply-demand dynamics from Indonesia's higher mineral reference prices.",
        "content": "<p>INCO Digeber, Target Harga Masih Jauh<\/p>\n<p>JAKARTA, investor.id \u2013 Saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melesat 11%\nke level Rp 6.025 pada perdagangan Senin (11\/5\/2026), menyusul kabar\nbahwa rencana kenaikan tarif royalti komoditas tambang ditunda. Lantas,\nbagaimana prospek raja nikel tersebut, termasuk sahamnya?<\/p>\n<p>Manajemen Vale Indonesia (INCO) telah mengadakan earnings call\nbersama para analis pada 8 Mei 2026. \u201cProspek kinerja operasional INCO\npasca-earnings call 1Q26 cukup positif,\u201d ungkap Investment Analyst\nStockbit Sekuritas, Andrian Tanuwijaya dalam ulasannya, Senin\n(11\/5\/2026).<\/p>\n<p>Manajemen INCO juga meyakini bahwa potensi kenaikan biaya cenderung\nterbatas dan optimistis terhadap outlook harga nikel dunia pada tahun\nini.<\/p>\n<p>Namun, belakangan ini INCO dibayangi oleh rencana perubahan regulasi\npemerintah terkait royalti dan pajak. Jika kenaikan tarif royalti jadi\ndiberlakukan sesuai formula awal, berdasarkan perhitungan Stockbit, laba\nper saham (EPS) INCO bakal turun sekitar 1,5% atau tidak signifikan.<\/p>\n<p>\u201cMeski demikian, market masih akan melihat kepastian mengenai rencana\npemberlakuan pajak lainnya, seperti windfall tax,\u201d sebut Andrian.<\/p>\n<p>Mengenai potensi kenaikan cash cost, INCO masih optimistis untuk\ndapat mencapai cash cost sesuai panduan 2026 yang dipatok &lt;US$\n10.000\/ton.<\/p>\n<p>Beberapa faktor yang mendasari optimisme tersebut, antara lain\nkenaikan volume produksi, sehingga tercapai economies of scale serta\npersediaan HSFO dan diesel yang diharapkan cukup mampu memitigasi dampak\nkenaikan harga minyak dunia.<\/p>\n<p>Sementara itu, terkait dengan perkembangan pasar nikel dunia,\nmanajemen INCO berpendapat bahwa kenaikan harga patokan mineral (HPM)\nbijih nikel di Indonesia membuat supply-demand nikel dunia menjadi lebih\nseimbang. Manajemen yakin harga nikel akan terus ter-support di level\nsaat ini.<\/p>\n<p>Rekomendasi dan Target Harga Saham<\/p>\n<p>Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel\ninvestor.id<\/p>\n<p>FollowBaca Berita Lainnya di Google News<\/p>\n<p>Read Now<\/p>",
        "url": "https:\/\/jawawa.id\/newsitem\/inco-pushed-higher-but-target-price-still-far-off-1778536245",
        "image": ""
    },
    "sponsor": "Okusi Associates",
    "sponsor_url": "https:\/\/okusiassociates.com"
}