Indonesian Political, Business & Finance News

Illegal rubbish piles up in Ciputat, traders unable to trade for a week

| | Source: KOMPAS Translated from Indonesian | Infrastructure
Illegal rubbish piles up in Ciputat, traders unable to trade for a week
Image: KOMPAS

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Ana (50), pedagang pakaian di Jalan Pemuda, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), sempat tak bisa berjualan selama sepekan akibat tumpukan sampah liar di depan SDN 2 Ciputat.

“Pernah pas mau dagang, pas nyampe di lokasi sampahnya banyak banget. Saya sampai enggak bisa jualan selama satu minggu,” ujar Ana saat ditemui Kompas.com, Rabu (4/3/2026).

Kondisi tersebut dialami Ana pada Januari 2026, di mana saat itu sampah sudah menutupi seluruh lapaknya. Hal itu membuat Ana kesal karena ia merugi akibat tak bisa berjualan.

“Biasanya sehari bisa laku lumayan. Kalau lagi ramai bisa lebih dari lima potong. Tapi kemarin itu saya enggak jualan sama sekali seminggu,” kata dia.

Bahkan, ia sampai mengeluarkan uang pribadi untuk biaya jasa bersih-bersih di lapaknya.

“Pedagang lain saya ajak patungan seikhlasnya, ada yang Rp 20.000, paling besar Rp 50.000,” jelas dia.

Tidak hanya itu, ia juga membereskan lapaknya usai terimbas tumpukan sampah, seperti menimbun ulang dengan tanah dan batu, serta memberikan pewangi lantai di sekitar lapak jualannya.

“Baunya sampai ke dalam. Apalagi kalau habis hujan, makin menyengat,” kata dia.

Ana pun berharap pemerintah Kota Tangerang Selatan bertindak tegas agar tidak ada sampah kembali menumpuk di lokasi yang sama.

“Senin sudah bersih, besoknya saya datang sudah numpuk lagi,” kata Ana.

Pedagang lain, Hendri (37), menyebutkan bahwa sampah kerap dibuang warga pada subuh hingga pagi hari.

“Biasanya dari jam lima sampai jam tujuh pagi orang buang. Jadi pas kita datang, sudah ada saja,” ujar Hendri.

Menurut dia, beberapa pedagang pernah menegur warga yang membuang sampah sembarangan. Namun, teguran itu tak jarang berujung pada respons negatif.

“Kadang kita tegur, malah yang buang yang marah. Jadi serba salah,” ucap dia.

Baca juga: Sampah di Depan SDN 2 Ciputat Tak Lagi Menumpuk, Spanduk Sanksi Terbentang

View JSON | Print