{
    "success": true,
    "data": {
        "id": 1588056,
        "msgid": "illegal-rubbish-piles-up-in-ciputat-traders-unable-to-trade-for-a-week-1772636428",
        "date": "2026-03-04 21:17:33",
        "title": "Illegal rubbish piles up in Ciputat, traders unable to trade for a week",
        "author": "Fitria Chusna Farisa",
        "source": "KOMPAS",
        "tags": "",
        "topic": "Infrastructure",
        "summary": "TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Ana (50), pedagang pakaian di Jalan Pemuda, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), sempat tak bisa berjualan selama sepekan akibat tumpukan sampah liar di depan SDN 2 Ciputat. \u201cPernah pas mau dagang, pas nyampe di lokasi sampahnya banyak banget. Saya sampai enggak bisa jualan selama satu minggu,\u201d ujar Ana saat ditemui Kompas.com, Rabu (4\/3\/2026). Kondisi tersebut dialami Ana pada Januari 2026, di mana saat itu sampah sudah menutupi seluruh lapaknya.",
        "content": "<p>TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Ana (50), pedagang pakaian di Jalan\nPemuda, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), sempat tak bisa berjualan\nselama sepekan akibat tumpukan sampah liar di depan SDN 2 Ciputat.<\/p>\n<p>\u201cPernah pas mau dagang, pas nyampe di lokasi sampahnya banyak banget.\nSaya sampai enggak bisa jualan selama satu minggu,\u201d ujar Ana saat\nditemui Kompas.com, Rabu (4\/3\/2026).<\/p>\n<p>Kondisi tersebut dialami Ana pada Januari 2026, di mana saat itu\nsampah sudah menutupi seluruh lapaknya. Hal itu membuat Ana kesal karena\nia merugi akibat tak bisa berjualan.<\/p>\n<p>\u201cBiasanya sehari bisa laku lumayan. Kalau lagi ramai bisa lebih dari\nlima potong. Tapi kemarin itu saya enggak jualan sama sekali seminggu,\u201d\nkata dia.<\/p>\n<p>Bahkan, ia sampai mengeluarkan uang pribadi untuk biaya jasa\nbersih-bersih di lapaknya.<\/p>\n<p>\u201cPedagang lain saya ajak patungan seikhlasnya, ada yang Rp 20.000,\npaling besar Rp 50.000,\u201d jelas dia.<\/p>\n<p>Tidak hanya itu, ia juga membereskan lapaknya usai terimbas tumpukan\nsampah, seperti menimbun ulang dengan tanah dan batu, serta memberikan\npewangi lantai di sekitar lapak jualannya.<\/p>\n<p>\u201cBaunya sampai ke dalam. Apalagi kalau habis hujan, makin menyengat,\u201d\nkata dia.<\/p>\n<p>Ana pun berharap pemerintah Kota Tangerang Selatan bertindak tegas\nagar tidak ada sampah kembali menumpuk di lokasi yang sama.<\/p>\n<p>\u201cSenin sudah bersih, besoknya saya datang sudah numpuk lagi,\u201d kata\nAna.<\/p>\n<p>Pedagang lain, Hendri (37), menyebutkan bahwa sampah kerap dibuang\nwarga pada subuh hingga pagi hari.<\/p>\n<p>\u201cBiasanya dari jam lima sampai jam tujuh pagi orang buang. Jadi pas\nkita datang, sudah ada saja,\u201d ujar Hendri.<\/p>\n<p>Menurut dia, beberapa pedagang pernah menegur warga yang membuang\nsampah sembarangan. Namun, teguran itu tak jarang berujung pada respons\nnegatif.<\/p>\n<p>\u201cKadang kita tegur, malah yang buang yang marah. Jadi serba salah,\u201d\nucap dia.<\/p>\n<p>Baca juga: Sampah di Depan SDN 2 Ciputat Tak Lagi Menumpuk, Spanduk\nSanksi Terbentang<\/p>",
        "url": "https:\/\/jawawa.id\/newsitem\/illegal-rubbish-piles-up-in-ciputat-traders-unable-to-trade-for-a-week-1772636428",
        "image": ""
    },
    "sponsor": "Okusi Associates",
    "sponsor_url": "https:\/\/okusiassociates.com"
}