Indonesian Political, Business & Finance News

Youth and Sports Minister Backs FPTI in Facilitating Reporting of Sexual Harassment Case to Mabes Polri

| | Source: KOMPAS Translated from Indonesian | Social Policy
Youth and Sports Minister Backs FPTI in Facilitating Reporting of Sexual Harassment Case to Mabes Polri
Image: KOMPAS

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Menteri Erick Thohir mendukung langkah Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) memfasilitasi lima atlet panjat tebing korban pelecehan seksual dan kekerasan fisik untuk melaporkan kasus tersebut ke Markas Besar (Mabes) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) agar kasus tersebut diusut secara tuntas. Laporan ini dibuat untuk memastikan kasus diusut secara menyeluruh, dan Erick berpendapat bahwa setiap atlet berhak mendapatkan lingkungan olahraga yang aman, bermartabat, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

“Kami mendukung penuh langkah FPTI untuk mendampingi korban melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian agar diproses secara hukum, sehingga korban mendapatkan keadilan dan pelaku jika terbukti bersalah harus mendapatkan hukuman maksimal,” katanya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com pada Jumat, 6 Maret 2026.

Negara, katanya, berpihak kepada para korban yang diduga mengalami pelecehan seksual dan kekerasan fisik oleh mantan pelatih kepala. Pelatih tersebut telah diberhentikan secara tidak hormat oleh FPTI.

Menurut Erick, penanganan kasus ini harus menjadi momentum untuk memperkuat sistem perlindungan atlet di seluruh cabang olahraga (cabor).

“Kita tidak boleh menutup mata terhadap persoalan ini. Tidak ada tempat bagi kekerasan, apalagi kekerasan seksual dalam dunia olahraga yang seharusnya menjadi ruang aman bagi para atlet untuk berlatih, berkembang, dan berprestasi demi bangsa,” tegas Erick.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pun mendorong terciptanya ekosistem olahraga yang bebas dari kekerasan dengan mengajak seluruh federasi olahraga, pelatih, pengurus, serta komunitas olahraga untuk membangun budaya yang menjunjung tinggi integritas, penghormatan terhadap martabat manusia, dan perlindungan terhadap atlet.

Meski demikian, federasi dapat membantu mencarikan pengacara untuk para korban yang hendak melapor ke polisi.

Pernyataan tersebut disampaikan Yenny saat menghadiri Konferensi Pers Pengenalan Tim Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Panjat Tebing Menuju Asian Games 2026 di Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (4/3/2026).

“Federasi akan berupaya maksimal untuk menjaga hak-hak serta privasi para atlet yang menjadi korban dalam kasus tersebut. Selain itu, FPTI berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap proses hukum yang tengah dijalankan oleh tim pengacara para korban,” jelasnya.

Ia menilai, langkah para korban untuk berbicara dan membawa kasus ini ke jalur hukum menunjukkan komitmen mengungkap fakta sebenarnya.

View JSON | Print