Indonesian Political, Business & Finance News

Teken GSPA 3 Ton per Tahun dengan Merdeka Group, ANTAM Komitmen Perkuat Kedaulatan Emas Nasional

| | Source: MEDIA_INDONESIA Translated from Indonesian | Business
Teken GSPA 3 Ton per Tahun dengan Merdeka Group, ANTAM Komitmen Perkuat Kedaulatan Emas Nasional
Image: MEDIA_INDONESIA

ANTAM menandatangani Gold Sales & Purchase Agreement (GSPA) dengan PT Bumi Suksesindo (BSI) dan PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS), anggota Merdeka Group. Kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan emas nasional dan memastikan pasokan bahan baku industri emas domestik.

Setiap GSPA berlaku dua tahun dengan volume transaksi sebesar 3 metric ton emas per tahun. ANTAM bertindak sebagai pembeli, sementara BSI dan PETS sebagai penjual. Direktur Komersial ANTAM Handi Sutanto menegaskan bahwa prioritas kerja sama ini adalah kepentingan kedaulatan emas nasional.

Bagi ANTAM, emas bukan sekadar komoditas; emas adalah bagian dari kedaulatan bangsa. Peran ANTAM adalah connecting mines to market—menghubungkan hasil galian tambang Indonesia hingga menjadi emas murni yang siap dimiliki masyarakat.

“Dengan perjanjian ini, kami memperkuat visi emas ANTAM sebagai emas yang bersumber dari tambang Indonesia, dimurnikan di satu-satunya dan tertua refinery bersertifikasi LBMA di Indonesia, lalu dipersembahkan kembali kepada bangsa sebagai emas yang tahan uji dan diwariskan lintas generasi,” ujar Handi.

Sebelumnya, ANTAM dan BSI telah memiliki Perjanjian Jasa Pemurnian; dore tambang dimurnikan di fasilitas pemurnian ANTAM. Hasil pemurnian berupa emas dan perak kemudian diproses menjadi emas butiran (granule) dengan kadar 99,99%. Melalui GSPA ini, transaksi emas granula hasil pemurnian domestik dilakukan secara terstruktur, memperkuat integrasi rantai pasok dari hulu hingga hilir di dalam negeri.

Handi menambahkan bahwa kepastian pasokan dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan asal-usulnya menjadi fondasi penting dalam menjaga kekuatan merek emas ANTAM. “Stabilitas pasokan dari sumber yang jelas dan bertanggung jawab memperkuat posisi emas ANTAM sebagai produk bersertifikasi LBMA yang memenuhi standar internasional, termasuk tata kelola dan keberlanjutan. Kami ingin emas ANTAM menjadi emas yang berakhlak, aman, dan nyaman dimiliki masyarakat. Ini sejalan dengan komitmen ESG perusahaan yang terus kami perkuat,” katanya.

Handi juga menegaskan bahwa sebagai brand emas nasional, ANTAM tidak luput dari perhatian publik, termasuk di media sosial. Namun perusahaan memandang dinamika tersebut sebagai bagian dari kecintaan masyarakat terhadap brand emas nasional. “Kami sadar bahwa sebagai market leader, ANTAM sering menjadi sorotan. Kami memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar tata kelola dan regulasi yang berlaku. Berbagai masukan dan perhatian publik kami anggap sebagai energi positif untuk terus melakukan continuous improvement, selaras dengan semangat melayani sepenuh hati,” ujar Handi.

Menurut dia, hilirisasi emas tidak berhenti pada kapasitas pemurnian, tetapi mencakup pembangunan sistem rantai pasok yang terintegrasi, transparan, dan berkelanjutan sehingga nilai tambah tetap berada di dalam negeri. Sementara itu, Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold, Tbk, Albert Saputro menambahkan, kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memastikan penyerapan produksi emas Merdeka secara optimal di dalam negeri, sekaligus memperkuat integrasi rantai pasok hulu-hilir nasional. “Dengan basis produksi yang semakin kuat dari Tujuh Bukit dan Pani Gold Mine, kami membutuhkan struktur offtake yang stabil dan terukur. GSPA ini memberikan kepastian penyerapan produksi sekaligus memperkuat kontribusi kami terhadap industri emas domestik,” ungkap Albert.

Melalui GSPA ini, ANTAM bersama BSI dan PETS menegaskan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas pasokan, mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas pemurnian dalam negeri, serta memperkuat kedaulatan dan integritas industri emas nasional melalui rantai pasok yang kokoh, transparan, dan berorientasi pada penciptaan nilai tambah bagi Indonesia.

View JSON | Print