Indonesian Political, Business & Finance News

Strengthen Industrial Diplomacy, Indonesia-Russia Target Investment and Strategic Collaboration at INNOPROM 2026

| | Source: TRIBUNNEWS.COM | Trade
Strengthen Industrial Diplomacy, Indonesia-Russia Target Investment and Strategic Collaboration at INNOPROM 2026
Image: TRIBUNNEWS.COM

Perkuat Diplomasi Industri, RI-Rusia Bidik Investasi dan Kolaborasi Strategis di INNOPROM 2026

Indonesia mendorong penguatan kemitraan strategis dengan Rusia sekaligus membuka peluang kerja sama baru di sektor industri prioritas.

Ringkasan Berita:

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia terus mengakselerasi diplomasi industri di kancah global.

Sebagai tindak lanjut business matching di Moskow pada 8 Desember 2025, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggelar Indonesia-Russia Business and Investment Forum 2026 di Saint Petersburg, Rusia.

Forum ini menjadi bagian dari rangkaian menuju INNOPROM 2026, pameran industri internasional terbesar di Rusia.

Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia Faisol Riza mengatakan, forum ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat kolaborasi industri antara Indonesia dan Federasi Rusia.

“Kemitraan jangka panjang antara Rusia dan Indonesia menjadi fondasi yang kuat untuk memperluas kerja sama di sektor industri, salah satunya melalui partisipasi Indonesia sebagai Partner Country pada ajang INNOPROM 2026,” ucap Faisol dalam keterangan, Selasa (5/5/2026).

Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia Alexey Gruzdev menyampaikan komitmen Rusia untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.

Ia menilai kemitraan jangka panjang Indonesia-Rusia menjadi fondasi kuat dalam memperluas kerja sama industri, termasuk melalui partisipasi Indonesia sebagai Partner Country pada INNOPROM 2026.

Forum ini dihadiri lebih dari 100 peserta dari unsur pemerintah dan pelaku usaha kedua negara. Duta Besar RI untuk Federasi Rusia serta perwakilan Pemerintah Kota Saint Petersburg turut menyampaikan pandangan terkait peluang investasi dan penguatan kerja sama ekonomi bilateral.

Dalam rangkaian acara, sejumlah perusahaan memaparkan profil bisnis dan peluang kolaborasi, antara lain PT PAL Indonesia, Rosatom State Atomic Energy Corporation, PT Pupuk Indonesia dan UC Rusal.

Paparan tersebut menyoroti potensi kerja sama di sektor manufaktur, industri strategis, hingga pemanfaatan teknologi.

Selain itu, forum juga menjadi momentum untuk membahas pengembangan rantai nilai industri, peningkatan investasi manufaktur, serta pemanfaatan teknologi industri maju.

Rusia dikenal memiliki keunggulan pada industri berat, rekayasa teknologi dan riset, sementara Indonesia menawarkan pasar domestik besar, sumber daya industri melimpah, serta kawasan industri kompetitif sebagai basis produksi regional.

Partisipasi aktif para pemangku kepentingan diharapkan dapat mendorong lahirnya investasi baru, memperluas kerja sama industri, serta membuka akses pasar lebih luas bagi produk manufaktur kedua negara.

View JSON | Print