Son Released by Israel, Makassar-born Activist Mother Weeps with Joy
Headline
PT DSI Persero akan melakukan fungsi ekspor sepenuhnya mulai Januari 2027.
PT DSI Persero akan melakukan fungsi ekspor sepenuhnya mulai Januari 2027.
SEBUAH kabar lega datang dari keluarga aktivis kemanusiaan asal Makassar, Andi Angga Prasadewa. Pria berusia 32 tahun itu menjadi salah satu dari lima WNI yang diculik tentara Israel (IDF) saat bertugas dalam misi kemanusiaan ke Gaza.
Penculikan terjadi di perairan internasional, tepatnya di Laut Mediterania dekat Kepulauan Siprus, Senin (18/5). Angga yang tergabung dalam delegasi Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) berada di atas kapal bernama Josef ketika pasukan Israel mengambil alih kapal tersebut secara paksa.
Setelah melalui proses yang menegangkan, Angga bersama WNI lainnya akhirnya dibebaskan dan dideportasi ke Turki. Kabar bahagia ini pertama kali diterima oleh ibunda Angga, Sutrawati Kaharuddin, 52, dari pihak Global Sumud Flotilla (GSF) dan lembaga tempat anaknya bekerja, Rumah Zakat.
“Alhamdulillah, saya sudah mendapat kabar sejak kemarin. Saya sudah kembali, sudah dideportasi ke Turki, dan saat ini sudah berada di Turki,” ujar Sutrawati dengan suara bergetar haru, Jumat (22/5).
Meski telah selamat, perjuangan Angga tidak berjalan mulus. Dalam komunikasi singkat dengan sang ibunda, Angga mengaku mengalami intimidasi dan kekerasan fisik selama dalam tahanan IDF.
“Menurut penyampaian anak saya tadi, katanya memang di sana dia mengalami intimidasi dan tentunya ada kekerasan fisik. Ada sedikit memar di tubuhnya,” ungkap Sutrawati.
Namun, kondisi Angga kini dilaporkan stabil dan sehat usai menjalani pemeriksaan kesehatan di Turki. Sutrawati mengaku telah berkomunikasi dua kali dengan putranya tiga menit saat baru turun dari pesawat, dan sepuluh menit pada pagi harinya.
“Anak saya sehat secara keseluruhan. Walaupun ada sedikit mengalami memar di tubuhnya, tapi alhamdulillah baik-baik saja,” tambahnya.
Sutrawati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada berbagai pihak yang telah mengupayakan pembebasan Angga, terutama pemerintah Indonesia.
“Tentu pemerintah dalam hal ini yang paling utama telah menyelamatkan anak saya. Andil besar pemerintah sangat terasa untuk kebebasan anak saya,” tegasnya.
Tidak lupa, ia juga berterima kasih kepada Rumah Zakat, Global Sumud Flotilla, Ibu Maimun, dan Kak Cikifausi yang disebutnya tidak tidur demi memperjuangkan pembebasan para aktivis.
“Betul-betul mereka tidak tidur untuk memperjuangkan pembebasan anak saya beserta rekan-rekannya,” ucapnya.
Saat ini Angga dan aktivis serta jurnalis yang sempat disandera masih berada di Turki menunggu proses pemulangan. Menurut informasi yang diterima keluarga, pemerintah Indonesia akan menjemput para WNI tersebut dalam waktu dekat.
“Untuk hal itu menunggu dari pihak pemerintah untuk menjemput ke sana, ke Turki. Hari Ahad kalau tidak salah jadwalnya. Ahad, mungkin siang atau waktu Jakarta,” jelas Sutrawati.
Sang ibunda berencana terbang ke Jakarta untuk menjemput langsung putranya. Setibanya di Makassar, keluarga akan menggelar syukuran atas keselamatan Angga.
“Tentunya saya sangat bahagia, saya sangat senang. Saya berterima kasih kepada Allah SWT, anak saya kembali dengan selamat dan sehat. Itu yang saya harapkan,” pungkasnya.
Global Sumud Flotilla 2026 merupakan misi kemanusiaan internasional yang bertujuan menembus blokade laut Israel untuk mengirimkan bantuan ke Gaza. Kapal Josef yang ditumpangi Angga berangkat dari perairan Siprus sebelum akhirnya dicegat dan diambil alih oleh pasukan Israel di tengah laut. (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved