Securities Companies Drive Growth in Sharia Capital Market Investors in 2026
Perusahaan Sekuritas Memacu Pertumbuhan Investor Pasar Modal Syariah di 2026
Sejumlah perusahaan sekuritas di tahun ini berlomba-lomba untuk meningkatkan jumlah investor pasar modal syariah, termasuk pasar saham tahun 2026. Caranya adalah menggaet komunitas saham hingga lembaga pendidikan untuk menarik investor muda dan kegiatan literasi tentang pasar modal. Beragam jurus ini diyakini bisa meningkatkan jumlah investor pasar modal syariah di 2026 di rentang 10-50%.
PT MNC Sekuritas, misalnya, menargetkan pertumbuhan investor modal syariah sekitar 25%-50% pada tahun 2026. “Kami optimistis target ini dapat tercapai seiring dengan semakin kuatnya dukungan regulator dan ekosistem pasar modal dalam mendorong literasi serta partisipasi masyarakat pada investasi syariah,” jelas Head of Sharia Business & Investment Gallery MNC Sekuritas, Indah Nurhabibah kepada SWA.co.id seperti ditulis di Jakarta, Minggu (15/3/2026).
Indah menjabarkan jumlah investor saham syariah di MNC Sekuritas pada 2025 itu melonjak lebih dari 100% jika dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini membuat porsi investor saham syariah terhadap total investor saham menunjukkan tren peningkatan.
Adapun, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) menargetkan pertumbuhan investor saham syariah hingga 20%, dari total 11 ribu investor saham syariah saat ini. Dari sisi rasio investor saham syariah dengan total investor secara umum, perusahaan memiliki sekitar 3% dari total 430 ribu investor.
Sedangkan, PT RHB Sekuritas Indonesia (DR) masih berupaya untuk meningkatkan rasio investor saham syariah dari total investor secara umum. Sebab, perusahaan baru memiliki Sistem Online Trading Syariah (SOTS) tahun 2018.
“Untuk rasio investor syariah di RHB Sekuritas Indonesia masih kecil dibandingkan dengan investor konvensional, karena kami baru memiliki SOTS di tahun 2018,” jelas PIC Shariah RHB Sekuritas Indonesia, Dian Eka Puspitasari.
Perusahaan sekuritas tersebut memaparkan investor pasar modal syariah berkontribusi terhadap aktivitas perdagangan saham, baik dari sisi nilai transaksi, volume transaksi, hingga frekuensi transaksi. Misalnya, Investor saham syariah di RHB Sekuritas Indonesia berkontribusi terhadap nilai transaksi, yang meningkat lebih dari 66% pada tahun 2025.
Sedangkan, Mirae Asset Sekuritas Indonesia mencatat kontribusi investor syariah terhadap nilai transaksi sebesar Rp531 miliar, dengan volume transaksi sebanyak 4 miliar dan frekuensi transaksi sebanyak 283 ribu kali pada tahun 2025.
Namun, MNC Sekuritas enggan merinci kontribusi investor syariah terhadap nilai transaksi, volume transaksi, hingga frekuensi transaksi pada tahun 2025. Manajemen optimistis, perusahaan dapat meningkatkan jumlah investor syariah pada tahun ini.
“Kami menargetkan pertumbuhan yang berkelanjutan pada 2026, seiring dengan meningkatnya jumlah investor syariah serta semakin luasnya edukasi dan akses terhadap investasi syariah di pasar modal,” terang Indah.
Ketiga sekuritas ini menjelaskan, bahwa strategi menggaet investor ritel masih mengandalkan komunitas hingga lembaga pendidikan. Hal ini juga membuat sekuritas tersebut dapat melakukan aktivasi kegiatan edukasi dan literasi pasar modal syariah.
Langkah ini dilakukan oleh Mirae Asset Sekuritas Indonesia, dengan memberikan edukasi di komunitas dan universitas, terutama yang berbasis Islam. “Tahun 2026 pengembangan mungkin akan fokus pada product wealth management tidak hanya saham, tetapi reksa dana dan obligasi termasuk di dalamnya yang berbasis syariah,” tutur Prisa Ngadianto, Head of Retail Business Mirae Asset Sekuritas Indonesia.
Segendang sepenarian, MNC Sekuritas memperkokoh ekosistem edukasi, literasi, dan inklusi keuangan syariah yang berkelanjutan pada tahun ini. Selain mengoptimalkan program yang diinisiasi oleh regulator, perusahaan akan berkolaborasi dengan berbagai pihak. Ini termasuk lembaga pendidikan, komunitas investor, institusi keuangan, hingga organisasi sosial keagamaan.
“Kolaborasi ini menjadi kunci untuk menjangkau lebih banyak masyarakat serta menghadirkan program edukasi dan aktivasi investasi syariah yang lebih relevan dan berdampak,” kata Indah.
Di saat yang sama, RHB Sekuritas Indonesia juga terus aktif menggandeng komunitas untuk terus berkolaborasi. Perusahaan menggelar kelas-kelas edukasi untuk meningkatkan literasi nasabah. “Edukasi dan aktivasi nasabah baru maupun lama untuk terus aktif bertransaksi,” tutur Dian.
Adapun, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pada perdagangan 13 Maret 2026 ditutup melemah 3,83% ke level 249,31, melansir dari laman BEI pada pukul 18.41 WIB. Penurunan ISSI juga dibarengi dengan koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke level 7.137,21, turun 3,06% hari ini.
Volume transaksi ISSI hari ini ditutup sebanyak 17,18 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp8,47 triliun. Frekuensi transaksi ISSI hari ini sebanyak 1,11 juta kali, dengan nilai kapitalisasi pasar menembus Rp7.179 triliun.(*)