Indonesian Political, Business & Finance News

Scientists Discover the 'Sea T. rex', a 13-Metre Giant Mosasaur

| | Source: MEDIA_INDONESIA Translated from Indonesian | Anthropology
Scientists Discover the 'Sea T. rex', a 13-Metre Giant Mosasaur
Image: MEDIA_INDONESIA

Headline

PT DSI Persero akan melakukan fungsi ekspor sepenuhnya mulai Januari 2027.

PT DSI Persero akan melakukan fungsi ekspor sepenuhnya mulai Januari 2027.

SPESIES baru mosasaurus raksasa bernama Tylosaurus rex yang pernah mendominasi lautan sekitar 80 juta tahun lalu pada masa Kapur Akhir berhasil ditemukan oleh para ahli paleontologi di Texas, Amerika Serikat.

Hewan prasejarah yang memiliki panjang mencapai 13,2 meter ini memiliki rahang yang sangat kuat dan gigi bergerigi tajam. Menariknya, para ilmuwan memberikan nama untuk predator puncak ini yang secara kebetulan memiliki singkatan yang sama dengan dinosaurus darat paling terkenal di dunia, T. rex.

Meskipun sering kali dibanding-bandingkan dengan dinosaurus, mosasaurus sebenarnya merupakan reptil laut raksasa yang lebih dekat kekerabatannya dengan biawak modern dan ular.

Penelitian yang dipimpin oleh Paleontolog Dr. Amelia Zietlow ini diawali ketika ia menyadari adanya kesalahan identifikasi pada salah satu fosil koleksi museum yang sebelumnya dikira sebagai spesies Tylosaurus proriger.

Setelah membandingkan anatomi dari sekitar 300 spesimen mosasaurus dan kadal modern, ia bersama timnya menemukan bahwa fosil-fosil raksasa asal Texas ini memiliki karakteristik yang sangat berbeda.

Selain ukurannya yang jauh lebih masif daripada Tylosaurus proriger yang rata-rata hanya sepanjang 9 meter, Tylosaurus rex memiliki adaptasi otot leher serta rahang yang jauh lebih kuat untuk gigitan yang mematikan, serta usia yang 4 juta tahun lebih muda.

Keberadaan Tylosaurus rex sebagai penguasa samudra didukung oleh bukti-bukti fosil yang menunjukkan tingkat agresivitas yang sangat tinggi, bahkan terhadap sesama spesiesnya sendiri. Salah satu buktinya dapat dilihat pada spesimen fosil yang dipajang di Perot Museum yang memiliki bekas luka fatal akibat perkelahian brutal di masa purba.

Mengenai penamaan unik ini, Dr. Amelia Zietlow menjelaskan bahwa hal tersebut didasari pada karakteristiknya.

“Jika ada hewan yang pantas mendapatkannya, hewan inilah orangnya. Setengah dari karakteristiknya berpusat pada kepemilikan rahang dan gigitan yang lebih besar,” ujar Dr. Amelia Zietlow.

Sifat mengerikan dan bukti kekerasan fisik dari monster laut ini juga dijelaskan oleh rekan penulis studi tersebut, Dr. Ron Tykoski, yang merupakan kurator paleontologi vertebrata di Perot Museum.

“Selain berukuran besar, kira-kira dua kali panjang hiu putih besar terbesar, Tylosaurus rex tampaknya merupakan hewan yang jauh lebih kejam daripada mosasaur lainnya,” kata Dr. Ron Tykoski.

Ia menjelaskan lebih lanjut mengenai temuan konflik berdarah antar sesama monster tersebut. “Melalui studi dan pemeriksaan kami terhadap fosil-fosil yang terawat baik yang dikumpulkan di seluruh wilayah Texas utara, kami memiliki bukti kekerasan dalam spesies ini hingga tingkat yang belum pernah terlihat sebelumnya pada spesimen Tylosaurus lainnya.”

Penelitian tersebut diterbitkan di Bulletin of the American Museum of Natural History. (National Geographic, Sci.news/P-3)

Fosilnya ditemukan di kawasan Sidi Chennane, Provinsi Khouribga, Maroko, yang merupakan bagian dari cekungan fosfat Oulad Abdoun yang menjadi salah satu lokasi fosil laut

Tim ilmuwan paleontologi berhasil mengungkap babak baru sejarah evolusi laut lewat penemuan spesies baru mosasaurus yang menakjubkan.

T-Rex memiliki anatomi menarik. Di balik tubuh raksasa dan rahang mematikan yang dimilikinya, dinosaurus ini juga kerap menjadi bahan candaan karena memiliki lengan yang kecil.

Penelitian Yale dan Princeton mengungkap dinosaurus muncul 10 juta tahun lebih awal (250-240 juta tahun lalu) dipicu peluang ekologis pasca-kepunahan massal.

Mengenal Peristiwa Hujan Carnian, fenomena iklim ekstrem selama dua juta tahun yang memicu kepunahan massal sekaligus kebangkitan dinosaurus di Bumi.

Penelitian terbaru dari Yale dan Princeton mengungkap dinosaurus kemungkinan muncul 250 juta tahun lalu, lebih awal dari catatan fosil tertua.

Penelitian terbaru mengungkap dinosaurus herbivora tidak makan sembarangan, melainkan menggunakan gigi depan untuk memilih bagian tumbuhan tertentu.

Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved

View JSON | Print