Indonesian Political, Business & Finance News

Ramadan Iftar Schedule for Kupang–Manggarai Barat, East Nusa Tenggara Today, 7 March 2026

| Source: DETIK_BALI Translated from Indonesian | Anthropology
Ramadan Iftar Schedule for Kupang–Manggarai Barat, East Nusa Tenggara Today, 7 March 2026
Image: DETIK_BALI

Ramadan has entered its seventeenth day. Here is the iftar schedule for the Kupang to Manggarai Barat region in East Nusa Tenggara (NTT) to help believers observe their worship more regularly.

During Ramadan, Muslims fast from dawn until sunset, refraining from eating, drinking, and anything that invalidates the fast. The time to break the fast is often awaited after a long day of fasting.

Here is the iftar schedule for the Kupang–Manggarai Barat area, NTT, today, Saturday, 7 March 2026 / 17 Ramadan 1447 H.

Iftar Schedule for Kupang–Manggarai Barat NTT 7 March 2026 / 17 Ramadan

City of Kupang

Maghrib: 18.07 Wita

Isya: 19.17 Wita

Kabupaten Kupang

Maghrib: 18.06 Wita

Isya: 19.15 Wita

Kabupaten Timor Tengah Selatan

Maghrib: 18.08 Wita

Isya: 19.14 Wita

Kabupaten Timor Tengah Utara

Maghrib: 18.03 Wita

Isya: 19.13 Wita

Kabupaten Belu

Maghrib: 18.01 Wita

Isya: 19.11 Wita

Kabupaten Malaka

Maghrib: 18.01 Wita

Isya: 19.11 Wita

Kabupaten Rote Ndao

Maghrib: 18.09 Wita

Isya: 19.19 Wita

Kabupaten Manggarai Barat

Maghrib: 18.21 Wita

Isya: 19.30 Wita

Kabupaten Sabu Raijua

Maghrib: 18.14 Wita

Isya: 19.24 Wita

Du’a Buka Puasa

Waktu berbuka tidak hanya tentang menghilangkan rasa haus dan lapar. Umat Islam juga disarankan untuk memperbanyak doa saat berbuka puasa.

Berikut dua doa saat berbuka puasa berdasarkan penjelasan Ustaz Adi Hidayat dalam video ‘Tentang Doa Berbuka Puasa (Part 2)’ yang diunggah ke kanal YouTube.

Versi Pertama

ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

Dzahabaz zhama’u wabtallatil ’uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah

Artinya: “Rasa dahaga telah hilang, kerongkongan telah basah dan atas kehendak Allah pahala telah ditetapkan. Insya Allah.” (HR Abu Daud)

Versi Kedua

اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Allaahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birahmatika yaa arhamar-roohimiina.

Artinya: “Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, Ya Allah yang Tuhan Maha Pengasih.” (HR Bukhari dan Muslim)

Menurut Ustaz Adi Hidayat, cara mengamalkan doa buka puasa di atas dapat dengan menggabungkannya. Jadi, doa Dzahabazh zhoma’u dibaca sebagai pembuka, kemudian diikuti dengan doa Allahumma laka shumtu.

Lantas, kapan waktu yang tepat untuk membacakan doa buka puasa? Dilansir laman Almanhaj, Rasulullah biasanya membacakan doa Dzahabaz zhama’u selepas membatalkan puasa. Ini juga sesuai dengan arti dari bacaan doa buka puasa tersebut, yaitu “Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah …”.

(iws/iws)

View JSON | Print