PT SMI Ensures Middle East Turmoil Does Not Significantly Impact Infrastructure Financing
JAKARTA, KOMPAS.com – PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) menilai tensi geopolitik yang terjadi di Timur Tengah belum memberikan dampak signifikan terhadap pendanaan proyek-proyek infrastruktur yang dibiayai perseroan. Direktor Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah mengatakan, struktur portofolio pembiayaan perseroan yang mayoritas menggunakan mata uang rupiah menjadi salah satu faktor mitigasi risiko terhadap gejolak eksternal, termasuk fluktuasi nilai tukar. “Mengenai mitigasi dengan kondisi yang terjadi, perlu saya sampaikan bahwa dari proyek-proyek infrastruktur yang kita biayai, hampir 75–80 persen itu proyek-proyek yang bermata uang rupiah,” kata Reynaldi di Jakarta, Selasa (3/3/2026). “Jadi pengaruh fluktuasi mata uang asing kepada PT SMI secara keseluruhan itu tidak begitu besar,” ujar Reynaldi. Ia menjelaskan, sekitar 80 persen portofolio proyek PT SMI menggunakan rupiah, sementara hanya sebagian kecil yang menggunakan mata uang asing. Dengan komposisi tersebut, dampak volatilitas kurs dinilai relatif minimal terhadap kinerja perseroan. “Terlihat dari portofolio proyeknya, 80 persen mata uang rupiah, hanya sebagian kecil proyek-proyek infrastruktur menggunakan mata uang asing. Sehingga fluktuasi mata uang asing itu harusnya minimal,” katanya. Meski demikian, Reynaldi mengakui bahwa dampak geopolitik bisa saja dirasakan oleh pemilik proyek, terutama yang masih berada dalam tahap konstruksi dan membutuhkan impor peralatan dari luar negeri. “Atas proyek-proyek yang ada berkaitan dengan masalah geopolitik ini, menurut kami mungkin lebih besar dari sisi pemilik proyeknya. Karena kadang-kadang pemilik proyek itu ada yang dalam tahap, misalnya sedang mengimpor turbin, pipa, ataupun yang lainnya,” jelas dia. Ia menambahkan, potensi dampak lebih mungkin dirasakan pada aspek teknis pelaksanaan proyek, terutama yang masih bergantung pada pengadaan barang dari luar negeri di tengah gangguan distribusi global. “Impor-impor ini yang mungkin akan sedikit terganggu apabila, sebagaimana kita ketahui, khususnya belakangan ini di jalur penerbangan ataupun transportasi laut,” jelasnya. Namun dari sisi pembiayaan yang dilakukan PT SMI, Reynaldi menegaskan hingga saat ini belum terlihat dampak yang terlalu signifikan. “Kalau proyek-proyeknya itu sendiri dari sisi kita mungkin belum terlihat terlalu signifikan. Tapi kalau dari sisi proyek-proyek yang sedang berproses pembangunan, mungkin itu saja,” pungkasnya.