Indonesian Political, Business & Finance News

PLN Peduli Biogas Programme Realises Clean Energy in Sinjai

| Source: ANTARA_ID Translated from Indonesian | Energy
PLN Peduli Biogas Programme Realises Clean Energy in Sinjai
Image: ANTARA_ID

Makassar — PT PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) melalui PLN Peduli mewujudkan energi bersih dari Program Biogas di Dusun Bakae, Desa Saukang, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai. Program Biogas Kampung Energi Terpadu yang menghadirkan biodigester berkapasitas 12 meter kubik di Dusun Bakae ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Sulselrabar yang dilaksanakan bersama Yayasan Peduli Bangsa Sinjai serta mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sinjai. General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah di Makassar, Selasa menegaskan bahwa program ini dimaksudkan untuk menghasilkan dampak berkelanjutan jangka panjang dengan tetap memprioritaskan keselamatan dan ketahanan. “Melalui TJSL PLN Peduli, kami meninjau berbagai jenis energi terbarukan yang aman, bersih, ramah lingkungan, dan berbasis pada berbagai sumber daya yang berkelanjutan,” ujarnya. Biogas di Dusun Bakae ini menjadi contoh nyata bagaimana limbah ternak dapat diubah menjadi sumber energi bersih serta memberikan dampak langsung bagi ekonomi masyarakat. Ia menambahkan, pengembangan Program Biogas Kampung Energi Terpadu tidak semata-mata pemanfaatan energi bersih, tetapi juga perluasan jangkauan manfaat bagi masyarakat desa. “Bukan hanya itu, kami berharap program ini dapat terus berkembang ke depannya dan menjangkau rumah-rumah lainnya. Selain itu, program ini juga akan menunjang kemandirian energi dan kesejahteraan masyarakat desa,” tambahnya. Pada kesempatan yang berbeda, Bupati Sinjai Ratnawati Arif menyampaikan apresiasi kepada PLN UID Sulselrabar atas dukungan Program Biogas Kampung Energi Terpadu di Dusun Bakae, Desa Saukang, Kecamatan Sinjai Timur. “Program ini menurut saya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menyediakan akses energi memasak yang lebih ramah lingkungan serta meningkatkan kualitas lingkungan desa,” ujar Ratnawati Arif. Menurutnya, pemanfaatan limbah ternak menjadi energi dan pupuk organik nantinya turut mendorong kemandirian energi dan ketahanan ekonomi masyarakat. “Ini merupakan contoh kolaborasi yang sangat baik antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun desa ke arah yang lebih berkelanjutan,” kata dia.

View JSON | Print