PLN Indonesia Power's "Palembang Kito Nian" Programme Champions Circular Economy and Community Empowerment
Jakarta, TopBusiness – Sebagai bentuk tanggungjawab perusahaan atas aktivitasnya terhadap masyarakat, lingkungan, dan sosial sekitar, PT PLN Indonesia Power UP Keramasan senantiasa konsisten menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang sejalan dengan program pembangunan berkelanjautan yang dicanangkan pemerintah. Salah satu program CSR andalan yang dikembangkan saat ini yakni Program CSR “Palembang Kito Nian”, untuk dorong ekonomi sirkular dan pemberdayaan warga.
Hal tersebut terungkap saat presentasi dan wawancara penjurian TOP CSR Awards 2026, yang disampaikan Manager UP Keramasan, Rendi Wijaya Putra secara daring melalui aplikasi zom meeting pada Jumat (06/03/2026) akhir pekan kemarin, yang diselenggarakan Majalah Top Business. Turut hadir dalam wawancara penjurian ini, di antaranya Ira Maya Sari – TL K4L UP Keramasan, Afrida Rahma Handayani – Officer Umum, Selly Maharani – Technician K4L UP Keramasan, Olivia Handana Putri – CDO UP Keramasan, serta Sekar Adinia Larosa – Ahli Teknis Lingkungan.
Sedang tim dewan juri penilai terdiri, Kusuma Prabandari (Ceo Dwika Consulting), Ummu Azizah Mukarnawati (LKN Asta Cita, Komite CSR), Al Hadhy (LKN Asta Cita), serta Ahmad Chury (Managing Editor Majalah ItWorks-MSI Group) sekaligus sebagai moderator.
Sesuai tema ajang penjurian TOP CSR 2026 “Aligning CSR and ESG for Long-Term Corporate Value and Sustainable Development”, kali ini PLN Indonesia Power UP Keramasan membawakan materi presentasi berjudul: Palembang Kito Nian (Kolaborasi Inovatif Organik & Natural Ingredients Keramasan).
Ia mengawali presentasi dengan menjelaskan profil dan aktivitas PT PLN Indonesia Power UP Keramasan yang merupakan salah satu penyedia solusi energi nasional. Di antaranya meliputi penyediaan tenaga listrik melalui pembangkitan tenaga listrik yang tersebar di Indonesia serta pengembangan bisnis beyond kWh.
Perusahaan ini memiliki visi menjadi Perusahaan Listrik terkemuka dan berkelanjutan di Kawasan Asia Tenggara maupun kawasan lainnya. Sementara misinya adalah menyediakan solusi energi hijau, inovatif dan terjangkau yang melampaui ekspektasi pelanggan.
Terkait program CSR, dijelaskan bahwa Unit Pembangkitan (UP) Keramasan milik PT PLN Indonesia Power mengembangkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bertajuk “Palembang Kito Nian” sebagai upaya mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi berkelanjutan di wilayah sekitar operasional pembangkit.
Manager UP Keramasan, Rendi Wijaya Putra mengatakan, program Palembang Kito Nian merupakan singkatan dari Kolaborasi Inovatif Organik & Natural Ingredients Keramasan. Program ini dirancang untuk menjawab sejumlah persoalan lingkungan dan sosial di sekitar wilayah operasional pembangkit, termasuk perlindungan Sungai Keramasan serta pemberdayaan kelompok masyarakat rentan.
“Program ini tidak hanya berfokus pada pengelolaan lingkungan, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan,” ujarnya kepada tim juri.
Pemanfaatan Limbah
Salah satu inovasi utama dalam program ini adalah pemanfaatan limbah modul frame filter dari kegiatan pemeliharaan pembangkit. Material besi tersebut diolah menjadi mesin destilasi aromaterapi bernama “Messi”, yang dimanfaatkan untuk produksi produk berbasis bahan alami. Inovasi ini merupakan implementasi prinsip ekonomi sirkular dengan memanfaatkan kembali limbah industri agar memiliki nilai tambah.
Melalui inovasi tersebut, perusahaan memperkirakan dapat menekan potensi emisi Global Warming Potential (GWP) sekitar 1,8–2,1 ton CO₂e yang sebelumnya muncul dari proses pembuangan limbah material sejenis ke tempat pembuangan akhir.
Dalam pelaksanaannya, program CSR ini melibatkan berbagai pihak melalui pendekatan kolaboratif. Pelatihan dilakukan bersama Sentra Budi Perkasa, Balai Pemasyarakatan (BAPAS) Kelas I Palembang, serta Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang. Sementara proses produksi melibatkan pelaku UMKM seperti Galeri Wong Kito, dan pemasaran didukung jejaring lokal termasuk Puskesmas Kertapati dan TPA Shakif Daycare.
Hingga saat ini program tersebut telah melibatkan 85 orang peserta dari berbagai kelompok masyarakat. Dampak ekonominya terlihat dari peningkatan pendapatan rata-rata peserta yang mencapai sekitar Rp12 juta per orang per tahun. Selain itu, survei menunjukkan Indeks Kepuasan Masyarakat mencapai 3,85 atau setara 96,27 persen dengan kategori mutu A.
Dari sisi keberlanjutan program, nilai Social Return on Investment (SROI) tercatat 1,92, sementara Social License Index (SLI) mencapai 4,49 yang masuk kategori tinggi. Hal ini menunjukkan tingkat penerimaan serta kepemilikan bersama masyarakat terhadap program CSR perusahaan semakin kuat.
Ditambahkan, perusahaan juga menerapkan monitoring dan evaluasi rutin serta pendekatan triple loop learning untuk memastikan program terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat maupun lingkungan.“Ke depan, kami berharap program ini tidak hanya memberikan dampak sosial dan ekonomi, tetapi juga menjadi model penerapan ekonomi sirkular di lingkungan pembangkit listrik,” katanya.
Program ini sekaligus memperkuat keterkaitan antara kegiatan CSR dengan strategi bisnis berkelanjutan perusahaan, terutama dalam pengelolaan limbah industri, pengurangan emisi, serta pemberdayaan ekonomi lokal di sekitar wilayah operasional pembangkit.
Sedangkan kegiatan TOP CSR Awards, merupakan kegiatan penilaian dan penghargaan tahunan bidang CSR yang terbesar dan paling membanggakan di Indonesia. Tujuannya, pertama untuk memberikan apresiasi atau penghargaan tertinggi, kepada perusahaanperusahaan, yang dinilai berhasil dalam menjalankan program CSR/ TJSL (Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan), yang efektif dan berkualitas. Dan Kedua, sebagai sarana pembelajaran bersama, untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas pelaksanaan program CSR perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh majalah Top Business, yang diterbitkan ole