Indonesian Political, Business & Finance News

Not Catnip, a Study Finds Cats Actually Prefer This Plant

| | Source: MEDIA_INDONESIA Translated from Indonesian | Agriculture
Not Catnip, a Study Finds Cats Actually Prefer This Plant
Image: MEDIA_INDONESIA

SELAMA bertahun-tahun, pemilik hewan peliharaan dan ilmuwan percaya bahwa catnip adalah tanaman terbaik untuk memicu kegembiraan pada kucing. Ketika diberi catnip, kucing biasanya akan berguling-guling, menggosokkan wajah, dan menunjukkan perilaku sangat aktif. Namun, studi terbaru dari Iwate University di Jepang mematahkan anggapan tersebut.

Dalam penelitian yang diterbitkan di Journal of Chemical Ecology, para peneliti menemukan bahwa ketika kucing diberikan kebebasan untuk memilih antara catnip dan tanaman silver vine (tanaman merambat perak), mayoritas kucing justru mengabaikan catnip.

Eksperimen pertama dilakukan di sebuah taman di Morioka, Jepang Utara. Peneliti menanam catnip segar dan meletakkan potongan cabang silver vine di dekatnya, lalu memantau area tersebut menggunakan kamera pengintai pada malam hari. Dari 22 kunjungan yang dilakukan oleh enam kucing liar, 21 di antaranya menunjukkan interaksi intens dengan silver vine. Mereka berulang kali mengabaikan catnip yang ada di sekitarnya.

Untuk menghindari bias lokasi, peneliti menguji ulang menggunakan media satu buah bata. Satu sisi bata diberi ekstrak catnip, sementara sisi lainnya diberi ekstrak silver vine. Hasilnya tetap sama; kucing-kucing tersebut jauh lebih fokus pada sisi silver vine.

Pola ini juga terbukti konsisten saat diuji pada 22 kucing ras peliharaan di fasilitas zoologi Jepang, termasuk ras Persia, Bengal, dan Maine Coon yang belum pernah berinteraksi dengan kedua tanaman tersebut. Hasilnya, 16 kucing hanya merespons silver vine, tiga hanya merespons catnip, satu merespons keduanya, dan sisanya mengabaikan kedua tanaman.

“Catnip dapat membuat kucing merespons dalam uji laboratorium, tetapi itu tidak berarti kucing akan memilihnya dalam pengaturan pilihan bebas yang lebih alami,” kata Reiko Uenoyama, asisten profesor di Iwate University sekaligus penulis pertama penelitian ini. “Studi kami menunjukkan bahwa apa yang bisa direspons oleh kucing dan apa yang sebenarnya mereka pilih tidak selalu sama.”

Melalui analisis kimia, tim peneliti menemukan fakta mengejutkan. Catnip sebenarnya mengandung senyawa aktif iridoid 170 kali lebih banyak per gram dibandingkan silver vine. Secara teori, catnip seharusnya memberikan efek yang lebih kuat.

“Pada pandangan pertama, ini berlawanan dengan intuisi,” kata Profesor Masao Miyazaki yang memimpin proyek tersebut. “Seseorang mungkin mengharapkan tanaman yang mengandung lebih banyak senyawa aktif, dan senyawa yang jelas bekerja dalam uji laboratorium, untuk memicu respons perilaku yang lebih kuat dalam kondisi pilihan bebas. Namun bukan itu yang kami amati.”

Para peneliti menyimpulkan bahwa kunci keunggulan silver vine terletak pada kompleksitas kimianya. Berbeda dengan catnip yang hanya mengandalkan satu senyawa dominan (cis-trans nepetalactone), silver vine melepaskan campuran berbagai senyawa iridoid yang saling berkaitan. Ketika digigit atau dirusak oleh kucing, kombinasi aroma ini menjadi lebih kaya dan berlapis, sehingga mampu memikat perhatian kucing lebih lama.

“Studi ini menunjukkan bahwa silver vine adalah stimulus yang sangat andal untuk memicu perilaku menggosok tubuh secara mandiri pada kucing,” pungkas Miyazaki. “Ini juga mengingatkan kita bahwa perilaku hewan harus dipelajari dalam lingkungan di mana hewan dapat membuat pilihan mereka sendiri.”

View JSON | Print