Indonesian Political, Business & Finance News

Netanyahu Says 'Evil Plan' Foiled as Gaza Aid Flotilla Intercepted

| Source: DETIK Translated from Indonesian | Politics
Netanyahu Says 'Evil Plan' Foiled as Gaza Aid Flotilla Intercepted
Image: DETIK

TITLE: Netanyahu Bilang ‘Rencana Jahat’ Digagalkan saat Kapal Bantuan Gaza Dicegat

ARTICLE:

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu memuji aksi pasukan Angkatan Laut Tel Aviv dalam mencegat kapal-kapal armada Global Sumud Flotilla yang membawa bantuan kemanusiaan untuk Gaza. Netanyahu menyebut pencegatan itu telah menggagalkan “rencana jahat” untuk menerobos blokade terhadap Gaza.

“Saya meyakini Anda melakukan pekerjaan yang luar biasa… dan pada intinya telah menggagalkan rencana jahat yang dirancang untuk melanggar blokade yang telah kita terapkan terhadap teroris Hamas di Gaza,” kata Netanyahu kepada komandan militer yang memimpin pencegatan kapal-kapal Global Sumud Flotilla, seperti dilansir AFP, Selasa (19/5/2026).

“Anda melaksanakannya dengan sangat sukses… dan tentu saja dengan jauh sedikit gembar-gembor daripada yang diantisipasi musuh-musuh kita… Lanjutkan hingga akhir,” ucap PM Israel itu, dalam rekaman video yang dirilis kantornya yang menunjukkan dia berbicara dengan komandan militer Israel tersebut.

Misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla melaporkan puluhan kapalnya dicegat dan diserang oleh pasukan Israel di perairan internasional, dekat Siprus. Kapal-kapal itu sedang menjalankan misi terbaru untuk menembus blokade Israel terhadap Jalur Gaza, sembari membawa bantuan kemanusiaan.

Armada itu terdiri atas lebih dari 50 kapal yang berlayar sejak Kamis (14/5) pekan lalu dari distrik Marmaris di perairan Mediterania di Turki. Tim manajemen krisis armada kemanusiaan itu mengonfirmasi bahwa tentara-tentara Israel menyerang dan menaiki beberapa kapal, dengan kontak terputus untuk 23 kapal di antaranya.

Siaran langsung dari kapal-kapal Global Sumud Flotilla menunjukkan momen pasukan Angkatan Laut Israel menyerang dan menaiki kapal satu demi satu.

Laporan situs berita Israel, Walla, menyebut pasukan Israel sejauh ini telah menahan sekitar 100 aktivis dari misi kemanusiaan tersebut. Lima aktivis di antaranya disebut sebagai warga negara Indonesia (WNI), dengan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) mengonfirmasi penangkapan para WNI ditangkap oleh Israel.

Kementerian Luar Negeri Israel, dalam pernyataan terpisah, mengecam konvoi kemanusiaan itu sebagai bentuk provokasi dan berjanji untuk mencegah mereka mencapai Gaza. Rekaman video yang dirilis oleh Tel Aviv kepada wartawan menunjukkan sekelompok aktivis berpelukan di atas kapal Israel setelah dipindahkan dari kapal-kapal Global Sumud Flotilla.

Harian lokal Israel, Yedioth Ahronoth, melaporkan bahwa pasukan Israel memindahkan para aktivis itu ke sebuah kapal Angkatan Laut yang digambarkan sebagai “penjara terapung”, sebelum mengangkut mereka ke pelabuhan Ashdod di Israel bagian selatan.

Kapal-kapal Global Sumud Flotilla itu disebut membawa bantuan kemanusiaan dan bantuan darurat, termasuk susu formula untuk bayi, bagi para penduduk Gaza yang dilanda krisis kemanusiaan akibat gempuran mematikan Israel sejak Oktober 2023.

Namun juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Oren Marmostein, membantah adanya bantuan kemanusiaan di kapal-kapal yang dicegat. “Sejauh ini, belum ditemukan bantuan kemanusiaan di kapal-kapal mereka,” tegas Marmorstein dalam pesan teks kepada wartawan.

Kementerian Luar Negeri Israel membantah klaim yang menyebut Gaza menghadapi kekurangan bantuan kemanusiaan.

“Jalur Gaza dibanjiri bantuan. Sejak Oktober saja, lebih dari 1,58 juta ton bantuan kemanusiaan dan ribuan ton pasokan medis telah masuk ke Gaza,” sebutnya.

Israel mengendalikan semua titik masuk ke Jalur Gaza, yang berada di bawah blokade sejak tahun 2007. Selama perang Gaza berkecamuk sejak Oktober 2023, Jalur Gaza mengalami kekurangan pangan, obat-obatan, dan pasokan penting lainnya, dengan Israel terkadang menghentikan pengiriman bantuan sepenuhnya.

View JSON | Print