Indonesian Political, Business & Finance News

Ministry of Basic and Secondary Education Deploys Education Volunteers to Tackle ATS in Agam

| Source: ANTARA_ID Translated from Indonesian | Social Policy
Ministry of Basic and Secondary Education Deploys Education Volunteers to Tackle ATS in Agam
Image: ANTARA_ID

Program ini hadir untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari kesempatan belajar demi masa depan yang lebih baik Lubuk Basung (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melepas relawan pendidikan untuk identifikasi dan verifikasi Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam Andri di Lubuk Basung, Rabu, mengatakan relawan pendidikan diturunkan dan dilepas secara resmi oleh Direktur Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) Kemendikdasmen I Gusti Made Ardana melalui layar zoom meeting, Selasa (19/5). “Sebanyak 21 relawan akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan identifikasi dan verifikasi terhadap data sesuai nama dan alamatnya dengan wilayah tugas mereka masing-masing,” katanya. Ia mengatakan lokasi pendataan berada di lima kecamatan yakni, Kecamatan Lubuk Basung, Tanjung Raya, Tanjung Mutiara, Ampek Nagari, dan Palembayan. Relawan pendidikan itu akan membantu menjangkau ATS usia 7-18 tahun. Lalu menghubungkan mereka dengan layanan pendidikan formal maupun nonformal agar mereka kembali mendapat kesempatan belajar, kembali memiliki mimpi, dan kembali percaya bahwa masa depan mereka berharga. “Program relawan pendidikan adalah inisiatif pemerintah untuk membantu anak-anak Indonesia yang masih berstatus anak tidak sekolah, kategori Belum Pernah Bersekolah (BPB), Drop Out (DO), dan Lulus Tidak Melanjutkan (LTM),” katanya. Selain menjadi jembatan bagi anak-anak, program relawan pendidikan juga membangun jaringan relawan yang terkoordinasi dengan sistem pemantauan digital. Dengan cara ini, kegiatan relawan bisa dipantau secara terbuka dan hasilnya lebih terukur. Harapannya, semakin banyak anak bisa kembali bersekolah, angka ATS menurun, dan hak pendidikan bagi seluruh anak Indonesia dapat terpenuhi. “Program ini hadir untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari kesempatan belajar demi masa depan yang lebih baik,” katanya. Program relawan pendidikan merupakan bentuk implementasi Perpres Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) untuk memastikan terlaksananya wajib belajar dan pemerataan pendidikan bagi semua anak bangsa. Pelaksanaan program pada 2026 melibatkan 261 relawan yang tersebar di 10 kabupaten. Di Sumbar, Agam merupakan satu-satunya daerah yang ditetapkan sebagai lokasi sasaran pelaksanaan program relawan pendidikan. “Kehadiran relawan pendidikan diharapkan bukan hanya sekadar menjalankan program semata tetapi juga membawa semangat kepedulian dan menyalakan kembali cahaya harapan para ATS di Agam,” katanya. Pemkab Agam merasa sangat terbantu dengan kehadiran relawan pendidikan di Agam apalagi saat ini Agam masih sedang dalam pemulihan pasca bencana. “Dengan bersama-sama kita hadir disini sebagai relawan mudah-mudahan angka ATS di Agam segera kita turunkan,” katanya.

View JSON | Print