Media: AS desak Sri Lanka tak pulangkan korban selamat kapal Iran
Washington (ANTARA) - Amerika Serikat (AS) mendesak otoritas Sri Lanka agar tidak memulangkan para penyintas kapal perang Iran IRIS Dena yang tenggelam awal pekan ini, serta awak kapal Iran kedua yang saat ini berada dalam penahanan Sri Lanka, lapor Reuters, Jumat (6/3), mengutip sebuah memo dari kabel internal Departemen Luar Negeri AS.
Angkatan Laut Sri Lanka telah mengevakuasi 204 orang dari kapal Iran Bushehr yang sebelumnya meminta izin untuk memasuki pelabuhan di negara kepulauan tersebut, kata seorang juru bicara angkatan laut, Jumat. Kemudian pada hari yang sama, media melaporkan bahwa jumlah awak yang dievakuasi meningkat menjadi 208 orang.
Bushehr merupakan kapal Iran kedua yang meminta bantuan kepada Angkatan Laut Sri Lanka.
Pada 4 Maret, kapal angkatan laut Iran IRIS Dena, yang dilaporkan sedang dalam perjalanan menuju Iran dari sebuah pelabuhan di India bagian timur dengan sekitar 180 awak di dalamnya, tenggelam sekitar 40 kilometer di selatan Sri Lanka setelah mengirimkan sinyal darurat pada saat fajar.
Menteri Perang AS Pete Hegseth kemudian mengatakan bahwa sebuah kapal selam AS telah menenggelamkan kapal perang Iran tersebut di perairan internasional di Samudra Hindia. Ia mencatat bahwa insiden itu merupakan penenggelaman dengan torpedo pertama sejak Perang Dunia II.
“Otoritas Sri Lanka harus meminimalkan upaya Iran untuk menggunakan para tahanan tersebut sebagai alat propaganda,” demikian isi kabel tersebut, seraya menambahkan bahwa kapal Bushehr akan tetap berada dalam penahanan Sri Lanka hingga konflik berakhir.
Seorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa Dena dalam kondisi bersenjata ketika diserang dan Amerika Serikat tidak memberikan peringatan sebelum melakukan serangan.
Pada Rabu, Reuters melaporkan sedikitnya 78 orang terluka dan 101 lainnya hilang setelah sebuah kapal Iran diserang oleh kapal selam di lepas pantai Sri Lanka.
Setelah insiden tersebut, Wakil Menteri Luar Negeri Sri Lanka Arun Hemachandra mengatakan sekitar 80 jenazah sejauh ini telah ditemukan di lokasi tenggelamnya IRIS Dena.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan serta korban jiwa di kalangan sipil.
Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan ke wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di berbagai wilayah Timur Tengah, sebagai bentuk pertahanan diri.