Indonesian Political, Business & Finance News

KP2MI: Iran Is Not an Official Placement Country; No Reports of Indonesian Migrant Workers Affected by the Conflict

| | Source: KOMPAS Translated from Indonesian | Social Policy
KP2MI: Iran Is Not an Official Placement Country; No Reports of Indonesian Migrant Workers Affected by the Conflict
Image: KOMPAS

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Christina Aryani mengatakan, Iran bukan merupakan negara penempatan resmi bagi pekerja migran Indonesia (PMI). Christina menyebutkan, sejauh ini juga belum terdapat laporan yang menyebut PMI di Iran terdampak serangan Amerika Serikat dan Israel ke negara tersebut. “Iran itu bukan negara penempatan pekerja migran Indonesia. Belum ada laporan atau aduan terkait pekerja migran Indonesia yang terdampak konflik di Timur Tengah,” kata Christina dalam keterangan pers yang diterima, Jumat (6/3/2026). Christina menuturkan, jika ada warga negara Indonesia yang bekerja di Iran, kemungkinan besar mereka tidak tercatat dalam sistem penempatan resmi pemerintah. Ia menyebutkan, jumlah warga negara Indonesia di Iran, termasuk yang bekerja di Kedutaan Besar RI di Tehran, tidak sampai 200 orang. Meski begitu, Kementerian P2MI akan terus memantau perkembangan situasi secara cermat dan menyiapkan berbagai langkah mitigasi terhadap kemungkinan eskalasi kondisi di kawasan Timur Tengah. “Kami berharap situasi tetap kondusif, pemerintah selalu siap jika sampai terjadi kondisi darurat yang memerlukan langkah evakuasi, mekanisme tersebut sudah dipertimbangkan dan dipersiapkan,” kata dia. “Kami juga sudah membuka hotline serta membentuk crisis centre untuk menerima laporan atau aduan dari masyarakat,” ujar dia. Politikus Partai Golkar ini yakin, Indonesia yang memiliki pengalaman dalam melakukan evakuasi warga negara dari wilayah konflik sanggup bertindak cepat apabila diperlukan. “Indonesia sudah beberapa kali melakukan evakuasi warga negara dari wilayah konflik. Jadi kalau memang diperlukan, pemerintah pasti bergerak untuk memastikan keselamatan warga negara Indonesia,” kata Christina.

View JSON | Print