Kadin Indonesia Praises Central Java's Investment Climate, Governor Luthfi Deemed Successful in Opening Paths for Investors
Pemprov Jateng
Kadin Indonesia Puji Iklim Investasi Jateng, Gubernur Luthfi Dinilai Berhasil Buka Jalan Investor
Jawa Tengah memiliki kombinasi kekuatan yang lengkap, mulai dari pertumbuhan ekonomi tinggi, ketersediaan tenaga kerja produktif
Ringkasan Berita:
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menyebut iklim investasi di Jawa Tengah sedang berada dalam tren sangat positif.
Dukungan kebijakan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dinilai menjadi faktor penting yang membuat investor semakin percaya menanamkan modal di provinsi ini.
Penilaian itu disampaikan Anindya saat menghadiri ajang Central Java Investment Business Forum 2026 di Hotel PO Semarang, Senin, 11 Mei 2025.
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menyebut iklim investasi di Jawa Tengah sedang berada dalam tren sangat positif.
Dukungan kebijakan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dinilai menjadi faktor penting yang membuat investor semakin percaya menanamkan modal di provinsi ini.
Penilaian itu disampaikan Anindya saat menghadiri ajang Central Java Investment Business Forum 2026 di Hotel PO Semarang, Senin, 11 Mei 2025.
Ia menilai, Jawa Tengah memiliki kombinasi kekuatan yang lengkap, mulai dari pertumbuhan ekonomi tinggi, ketersediaan tenaga kerja produktif, hingga dukungan kawasan industri yang terus berkembang.
“Pertumbuhan ekonominya mencapai 5,89 persen dan punya potensi skala yang jauh lebih besar ke depan,” kata Anindya yang juga selaku Komisaris Utama PT VKTR itu.
Menurut dia, keberadaan dua kawasan ekonomi khusus di Batang dan Kendal menjadi magnet tersendiri bagi investor. Ditambah lagi, Jawa Tengah memiliki sekitar 20 juta tenaga kerja produktif yang diperkuat melalui pendidikan vokasi.
Anindya mengatakan, kondisi tersebut membuat PT VKTR mantap membangun pabrik perakitan truk dan bus listrik di Kabupaten Magelang yang telah diresmikan Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu.
“Hubungan Pak Gubernur dengan Kadin sangat baik. Itu penting untuk membuka sumbatan investasi. Insentifnya juga menarik, dan yang paling penting beliau mau memperjuangkan kemudahan investasi sampai level nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan investasi menjadi kunci utama penggerak ekonomi Jawa Tengah. Karena itu, Pemprov Jateng membuka ruang investasi seluas-luasnya, baik untuk sektor industri padat karya maupun energi baru terbarukan.
“Dalam hal investasi kami memberikan insentif terkait pajak bagi ekonomi terbarukan atau ekonomi hijau,” tegas Gubernur Luthfi.
Ia menambahkan, elektrifikasi transportasi publik juga menjadi bagian dari arah pembangunan Jawa Tengah ke depan. Salah satunya melalui pengembangan armada Trans Jateng berbasis kendaraan listrik.
“Ke depan Trans Jateng akan kita tambah dan diperluas. Tinggal kita diskusikan penggunaan kendaraan listriknya,” katanya.
Diketahui, CJIBF 2026 merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia dan telah digelar selama 10 kali. Tahun ini, forum tersebut menawarkan 21 proyek investasi dengan total nilai mencapai Rp 30 triliun.
Data Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Tengah mencatat, CJIBF dan UMKM Gayeng 2025 berhasil membukukan Letter of Intent investasi sebesar Rp75,03 triliun. Selain itu, transaksi perdagangan mencapai Rp25,88 miliar, penjualan UMKM Rp647,8 juta, dan transaksi business matching sebesar Rp544,6 juta.
Baca juga: Tak Keberatan Pemekaran Wilayah Brebes Selatan, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi: Keputusan di Pusat