Indonesian Political, Business & Finance News

Investment Challenge: Bank Indonesia Central Java Nets 43 Potential Projects

| | Source: RRI.CO.ID | Investment
Investment Challenge: Bank Indonesia Central Java Nets 43 Potential Projects
Image: RRI.CO.ID

Investment Challenge, Bank Indonesia Jateng Jaring 43 Proyek Potensial

  • 11 Mei 2026 21:11 WIB

  • Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Sembari mengelar Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026, Bank Indonesia Jawa Tengah terus memanaskan mesin investasi melalui skema investment challenge yang berhasil menjaring 43 proyek potensial dari hampir seluruh kabupaten/kota. Proyek-proyek tersebut kini memasuki tahap verifikasi lapangan sebelum dipromosikan kepada investor pada bulan Agustus 2026.

“Berjalan dengan kegiatan hari ini (CJIBF) upaya mendorong pendekatan investasi yang dilakukan juga dengan investment challenge,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, M. Noor Nugroho saat sambutanya di kegiatan CJIBF dan UMKM Grande 2026 di Hotel PO Semarang, Senin 11 Mei 2026.

Langkah itu menjadi bagian dari strategi Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memperkuat perdagangan, investasi, dan pariwisata menuju visi Jawa Tengah sebagai provinsi maju dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045. Upaya tersebut dijalankan secara berkala melalui penyelenggaraan CJIBF dan UMKM Grande.

Pada penyelenggaraan tahun ini, CJIBF dan UMKM Grande 2026 mengusung tema “Central Java Thriving: Strengthening Investment and Empowering SMEs for Green and Sustainable Growth”. Tema tersebut dinilai relevan untuk mendukung target swasembada pangan dan energi sekaligus memperkuat ekonomi hijau yang inklusif.

Pria yang akrab disapa Nunu ini menegaskan capaian tahun sebelumnya menjadi modal optimisme bagi Jawa Tengah. Pada CJIBF dan UMKM gayeng 2025, tercatat letter of intent investasi mencapai Rp75,03 triliun dengan transaksi perdagangan sebesar Rp25,88 miliar.

Kepercayaan dunia usaha terhadap Jawa Tengah juga terlihat dari capaian UMKM Grande 2025. Penjualan daring dan luring masing-masing mencapai Rp647,8 juta dan Rp544,6 juta, disertai realisasi business matching penjualan serta pembiayaan senilai Rp18,2 miliar dan Rp1,5 miliar.

“Hal ini menunjukkan bahwa produk UMKM Jawa Tengah memiliki kualitas yang baik sebagai hasil dari berbagai upaya fasilitasi untuk mendorong penguatan daya saing dari berbagai stakeholder terkait termasuk pemerintah daerah, Bank Indonesia, akademisi, perbankan, dunia usaha dan lain-lain,” ujarnya.

Tahun ini, rangkaian CJIBF dan UMKM Grande lebih semarak dengan berbagai agenda strategis. Kegiatan meliputi pameran proyek investasi dan UMKM, talkshow, workshop, one on one meeting investor, business matching, hingga kunjungan langsung ke lokasi proyek investasi di Jawa Tengah.

Berbagai sektor strategis juga dipromosikan, mulai energi terbarukan, agribisnis modern, pariwisata, hingga kawasan industri berbasis keberlanjutan. Di sisi lain, UMKM Grande 2026 yang memasuki penyelenggaraan ke-8 terus diarahkan untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing pelaku usaha kecil.

“Sebanyak 70 UMKM unggulan dari enam kategori produk mulai dari fesyen, kriya, home decor, furnitur, makanan-minuman olahan, hingga kopi ditampilkan,” tuturnya.

Selain pameran, pengunjung juga disuguhi edukasi literasi keuangan, business matching, bazar nasional dan internasional, serta berbagai kompetisi kreatif. Sinergi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UKM, serta Kadin juga melahirkan program apresiasi wastra dan kriya sebagai embrio penguatan UMKM kreatif Jawa Tengah.

Melalui CJIBF dan UMKM Grande 2026, Jawa Tengah berharap mampu memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Selain menarik investasi baru, kegiatan ini juga diharapkan membuka lapangan kerja dan memperluas pasar bagi produk-produk lokal unggulan.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Memuat berita terbaru…..

View JSON | Print