Indonesia Stock Exchange Launches Sharia Mode on IDX Mobile and Hosts Gender Equality Initiative
Jakarta, TopBusiness – Inisiatif PT Bursa Efek Indonesia atau BEI ramaikan aktivitas pasar modal pekan Ini.
Mengawali pekan ini, pada Senin (9/3), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkenalkan mode syariah pada aplikasi IDX Mobile guna mendukung kebutuhan investor akan akses informasi yang transparan, tepercaya, serta selaras dengan prinsip syariah.
Fitur ini secara resmi diperkenalkan di Main Hall BEI sebagai bagian dari inisiatif strategis BEI untuk memperkuat literasi dan memberikan kemudahan akses informasi investasi syariah bagi masyarakat. Acara pengenalan mode syariah IDX Mobile dibuka oleh Pjs. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik dan dilanjutkan dengan talk show bertema “Empowering Sharia Investment Journey with IDX Mobile Sharia.” Talk show ini menghadirkan narasumber edukator finansial Khairani Pane serta Pengurus Dewan Syariah Nasional–Majelis Ulama Indonesia (DSN–MUI) Ustaz Azharuddin Lathif.
Kemudian pada Kamis (13/3), dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional 2026, BEI bersama UN Women, UN Global Compact Network Indonesia (IGCN), International Finance Corporation (IFC), dan Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) menyelenggarakan Ring The Bell for Gender Equality (RTBFGE) 2026 di Main Hall BEI dengan tema “Kepemimpinan Perempuan untuk Ekonomi yang Adil dan Sejahtera”.
Kegiatan yang merupakan bagian dari kampanye global dan diikuti sekitar 114 bursa efek di 90 negara ini menegaskan peran penting pasar modal dalam mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Acara turut dihadiri oleh Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional Mari Elka Pangestu dan Direktur BEI Risa E. Rustam, serta menghadirkan diskusi dan sesi speed coaching yang diikuti lebih dari 100 peserta dari sektor bisnis. Melalui kegiatan ini, kesetaraan gender kembali ditegaskan bukan hanya sebagai isu sosial, tetapi juga sebagai imperatif bisnis yang berperan dalam memperkuat daya saing perusahaan serta mendukung pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.