HIPMI Wonosobo Gaet Investor untuk Pertanian dan Pariwisata
WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.ID - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Wonosobo gelar Wonosobo Business and Investment Forum (WIBF) di Pendopo kabupaten, lusa kemarin.
Forum s ini mempertemukan para pengusaha besar serta investor domestik dan mancanegara untuk berkolaborasi langsung dengan masyarakat lokal demi mendongkrak tiga sektor utama: pertanian, pariwisata, dan UMKM.
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar seremonial. Ia meminta seluruh pihak bergerak cepat agar komitmen yang lahir tidak berhenti di atas kertas Memorandum of Understanding (MoU).
“Kehadiran WIBF menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah memerlukan ruang bersama untuk mempertemukan gagasan dan peluang usaha. Harus ada langkah nyata, investasi yang tumbuh, dan kesejahteraan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Afif saat membuka acara.
Menanggapi potensi besar daerah, Bupati Afif Nurhidayat mendorong penuh upaya modernisasi dan hilirisasi. Ia mencontohkan komoditas kentang Wonosobo yang jika dijual mentah hanya bernilai Rp10.000 per kilogram, namun nilainya bisa melonjak hingga Rp25.000–Rp40.000 jika diolah menjadi produk premium seperti frozen fries atau keripik.
Untuk memangkas rantai distribusi, pemerintah akan menerapkan pola contract farming dan menyediakan infrastruktur pendukung.
“Pemkab Wonosobo akan memperkuat infrastruktur seperti cold storage (gudang beku) di sentra produksi, sekaligus memberikan bantuan alat seperti mesin pengering dan vacuum sealer untuk UMKM,” kata Bupati. Strategi ini diproyeksikan mampu meningkatkan pendapatan petani hingga 30 hingga 50 persen.
Ketua BPC HIPMI Wonosobo, Mat Ranto, mengungkapkan sejumlah rencana investasi konkret yang akan segera ditindaklanjuti pascaforum ini, di antaranya:
Sektor Perhotelan & Wisata: PT Yospar Grawita Tama siap membangun destinasi wisata baru, sementara Hotel Santika berencana melakukan ekspansi pembangunan dengan membidik lahan 5 hingga 6 hektare di daerah Kejajar.
Pemberdayaan UMKM: Produsen bahan baku seperti Bogasari akan menggelar pelatihan memasak bagi Ibu-ibu PKK dan pelaku UMKM kuliner untuk meningkatkan nilai jual produk mereka.
Pihaknya mengaku telah mengambil langkah taktis untuk membantu menjaga stabilitas harga di tingkat petani dengan membuka keran ekspor.