{
    "success": true,
    "data": {
        "id": 1797741,
        "msgid": "hipmi-wonosobo-gaet-investor-untuk-pertanian-dan-pariwisata-1781167811",
        "date": "2026-06-11 07:52:22",
        "title": "HIPMI Wonosobo Gaet Investor untuk Pertanian dan Pariwisata",
        "author": " ",
        "source": "GALERT",
        "tags": "",
        "topic": "Economy",
        "summary": "Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Wonosobo mempertemukan investor domestik dan asing dengan masyarakat lokal untuk mendorong investasi di sektor pertanian, pariwisata, dan UMKM. Bupati Wonosobo menekankan perlunya langkah nyata pasca-forum, termasuk modernisasi pertanian melalui hilirisasi komoditas kentang dan penguatan infrastruktur pendukung. Rencana investasi konkret mencakup pembangunan destinasi wisata baru oleh PT Yospar Grawita Tama, ekspansi Hotel Santika, serta program pemberdayaan UMKM oleh Bogasari.",
        "content": "<p>WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.ID - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia\n(HIPMI) Wonosobo gelar Wonosobo Business and Investment Forum (WIBF) di\nPendopo kabupaten, lusa kemarin.<\/p>\n<p>Forum s ini mempertemukan para pengusaha besar serta investor\ndomestik dan mancanegara untuk berkolaborasi langsung dengan masyarakat\nlokal demi mendongkrak tiga sektor utama: pertanian, pariwisata, dan\nUMKM.<\/p>\n<p>Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menegaskan bahwa forum ini bukan\nsekadar seremonial. Ia meminta seluruh pihak bergerak cepat agar\nkomitmen yang lahir tidak berhenti di atas kertas Memorandum of\nUnderstanding (MoU).<\/p>\n<p>\u201cKehadiran WIBF menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah memerlukan\nruang bersama untuk mempertemukan gagasan dan peluang usaha. Harus ada\nlangkah nyata, investasi yang tumbuh, dan kesejahteraan yang benar-benar\ndirasakan masyarakat,\u201d ujar Afif saat membuka acara.<\/p>\n<p>Menanggapi potensi besar daerah, Bupati Afif Nurhidayat mendorong\npenuh upaya modernisasi dan hilirisasi. Ia mencontohkan komoditas\nkentang Wonosobo yang jika dijual mentah hanya bernilai Rp10.000 per\nkilogram, namun nilainya bisa melonjak hingga Rp25.000\u2013Rp40.000 jika\ndiolah menjadi produk premium seperti frozen fries atau keripik.<\/p>\n<p>Untuk memangkas rantai distribusi, pemerintah akan menerapkan pola\ncontract farming dan menyediakan infrastruktur pendukung.<\/p>\n<p>\u201cPemkab Wonosobo akan memperkuat infrastruktur seperti cold storage\n(gudang beku) di sentra produksi, sekaligus memberikan bantuan alat\nseperti mesin pengering dan vacuum sealer untuk UMKM,\u201d kata Bupati.\nStrategi ini diproyeksikan mampu meningkatkan pendapatan petani hingga\n30 hingga 50 persen.<\/p>\n<p>Ketua BPC HIPMI Wonosobo, Mat Ranto, mengungkapkan sejumlah rencana\ninvestasi konkret yang akan segera ditindaklanjuti pascaforum ini, di\nantaranya:<\/p>\n<p>Sektor Perhotelan &amp; Wisata: PT Yospar Grawita Tama siap membangun\ndestinasi wisata baru, sementara Hotel Santika berencana melakukan\nekspansi pembangunan dengan membidik lahan 5 hingga 6 hektare di daerah\nKejajar.<\/p>\n<p>Pemberdayaan UMKM: Produsen bahan baku seperti Bogasari akan\nmenggelar pelatihan memasak bagi Ibu-ibu PKK dan pelaku UMKM kuliner\nuntuk meningkatkan nilai jual produk mereka.<\/p>\n<p>Pihaknya mengaku telah mengambil langkah taktis untuk membantu\nmenjaga stabilitas harga di tingkat petani dengan membuka keran\nekspor.<\/p>",
        "url": "https:\/\/jawawa.id\/newsitem\/hipmi-wonosobo-gaet-investor-untuk-pertanian-dan-pariwisata-1781167811",
        "image": ""
    },
    "sponsor": "Okusi Associates",
    "sponsor_url": "https:\/\/okusiassociates.com"
}