Indonesian Political, Business & Finance News

Government: AI to drive national growth more than usual

| Source: ANTARA_ID Translated from Indonesian | Economy
Government: AI to drive national growth more than usual
Image: ANTARA_ID

Sebuah negara saat ini pertumbuhannya meningkat lebih dari yang biasanya hanya dari sektor digital, dan AI adalah faktor pendorongnya, Jakarta (ANTARA) - Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian Ali Murtopo Simbolon mengatakan, pertumbuhan negara dapat meningkat lebih dari biasanya hanya dari sektor digital, dengan Artificial Intelligence (AI) menjadi faktor pendorong. “Sebuah negara saat ini pertumbuhannya meningkat lebih dari biasanya hanya dari sektor digital, dan AI adalah faktor pendorongnya,” ucapnya dalam agenda Konferensi Pers Terkait Kick Off Asian-Oceanian Computing Industry Organization (ASOCIO) Digital Summit 2026, dikutip di Jakarta, Sabtu. Indonesia sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7-8 persen dengan memanfaatkan strategi new economic engine yang terdiri dari tiga pilar, yaitu sektor digital dan AI, semikonduktor, dan bioteknologi. Saat ini, pertumbuhan ekonomi digital Indonesia di ASEAN berkembang secara signifikan dengan tingkat penetrasi internet mencapai 80,66 persen atau sekitar 223 juta pengguna pada tahun 2025. “Jadi sebenarnya (target pertumbuhan ekonomi) 8 persen itu optimistis,” ungkap Ali Murtopo. Presiden RI Prabowo Subianto disebut telah meluncurkan penggunaan interactive flat panel (IFP) atau smartboard, yang dianggap menjadi bagian dari “AI for education” karena akan sangat bermanfaat untuk menyeragamkan pembelajaran dan meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan juga sangat aktif mendorong aplikasi atau tools AI di bidang kesehatan. “Kebermanfaatan ini harus kita capai untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen,” kata Ali. Dalam kesempatan tersebut, dia mendukung penyelenggaraan acara ASOCIO Digital Summit 2026 yang akan diadakan pada 29-31 Juli 2026. “ASOCIO ini dari 24 negara. Jadi 24 negara membahas AI di Indonesia pada bulan Juli khususnya 29-31 Juli 2026. Kita sebagai pemerintah harus optimalkan agar pelaksanaan konferensi ini betul-betul dapat menjadi fondasi dalam pembangunan AI kita ke depan,” ujar dia.

View JSON | Print