Indonesian Political, Business & Finance News

Danantara Targets Involvement in Energy Project Worth Rp 518 Trillion

| | Source: INVESTOR.ID | Energy
Danantara Targets Involvement in Energy Project Worth Rp 518 Trillion
Image: INVESTOR.ID

Danantara Bidik Keterlibatan di Proyek Energi Senilai Rp 518 Triliun

JAKARTA, investor.id – Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menargetkan keterlibatan strategis dalam megaproyek ekspor energi terbarukan ke Singapura. Nilai investasi proyek penyediaan listrik hijau ini diperkirakan menembus angka US$ 30 miliar atau setara dengan Rp 518,74 triliun.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, mengungkapkan bahwa minat investor terhadap proyek ini sangat tinggi. Kerja sama ini tidak hanya mencakup pembangunan infrastruktur panel surya skala besar, tetapi juga pengembangan jaringan transmisi lintas negara yang akan menghubungkan kedua negara.

“Kami akan melaksanakan dan meninjau ekspor energi untuk Singapura. Proyek panel surya ini kemungkinan akan menjadi yang terbesar di kawasan Asean,” ujar Pandu dalam acara Fitch Ratings Annual Indonesia Conference di Jakarta, seperti dikutip dari Antara pada Kamis (23/4/2026).

Pandu menjelaskan bahwa Danantara akan berperan aktif dalam pembangunan jalur transmisi, baik untuk kepentingan ekspor ke Singapura maupun untuk memperkuat ketahanan energi domestik Indonesia. Investasi jumbo tersebut menjadi bagian dari transformasi Indonesia menuju pusat energi bersih regional.

“Kami akan terlibat dalam membangun jalur transmisi untuk Singapura maupun negara kita sendiri. Proyek tersebut setidaknya bernilai mendekati US$ 30 miliar,” tegasnya.

Kendati demikian, Pandu mencatat bahwa detail teknis dan skema kerja sama masih dalam tahap pembahasan mendalam. Hal ini dikarenakan sejumlah korporasi swasta telah lebih dahulu menginisiasi kesepakatan dengan otoritas Singapura.

Sementara itu, keterlibatan Danantara diharapkan mampu memberikan nilai tambah (value-added) yang signifikan bagi industri manufaktur dalam negeri, terutama dalam produksi komponen panel surya secara mandiri, seperti yang telah di bahas dalam ajang Indonesia Sustainability Forum (ISF).

“Karena keinginannya itu juga bisa membawa banyak value ke Indonesia, dan kita kan juga nanti harus bikin solar panel itu. Nanti juga kita pasti produksi buat Indonesia juga. Jadi banyak nilai tambah lah,” pungkas Pandu.

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

FollowBaca Berita Lainnya di Google News

Read Now

View JSON | Print