Indonesian Political, Business & Finance News

CROSS Indonesia 2026 Strengthens Technological Independence Based on Open Source

| | Source: KORANBERNAS.ID | Technology
CROSS Indonesia 2026 Strengthens Technological Independence Based on Open Source
Image: KORANBERNAS.ID

Kedaulatan Digital Indonesia: Gebrakan CROSS 2026 Perkuat Kemandirian Teknologi Berbasis Open Source

CROSS Indonesia 2026 dorong kedaulatan digital lewat teknologi open source dan cloud lokal

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA–Indonesia kini berada di titik krusial dalam peta transformasi digital global. Demi memperkuat kemandirian infrastruktur nasional, ajang Cloud Regional Open Source Summit (CROSS) Indonesia 2026 resmi digelar di Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJAYA), Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026). Forum strategis ini menjadi wadah kolaborasi lintas sektor yang mengusung misi besar, yakni membebaskan ketergantungan teknologi melalui kekuatan open source dan penguatan cloud lokal.

Mengintegrasikan Open Source Summit dan Ubuntu Release Party, perhelatan ini menarik perhatian ratusan talenta muda digital, praktisi TI, akademisi, hingga pemangku kebijakan. Fokus utama yang diangkat adalah membangun kedaulatan data di sektor pemerintah, pendidikan, dan industri yang teregulasi. Dengan teknologi seperti Ubuntu, OpenStack, dan Kubernetes, institusi di Indonesia didorong untuk mengelola infrastrukturnya secara mandiri, aman, dan patuh terhadap UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).

Open Source sebagai Senjata Kemandirian Data

CEO Sivali Cloud Technology, Wong Sui Jan, menegaskan bahwa open source bukan sekadar pilihan teknologi, melainkan strategi pertahanan negara di ranah digital.

“Dengan open source, institusi memiliki kontrol penuh atas infrastruktur dan data. Ini krusial untuk memastikan keamanan, efisiensi, dan kemandirian sistem digital nasional dari platform tertutup (proprietary),” ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komtap Open Source DPP APTIKNAS ini.

Senada dengan hal tersebut, pakar internet nasional Prof. Onno W. Purbo menekankan pentingnya sinergi antara dunia industri dan kampus. Universitas kini memegang tanggung jawab ganda, mencetak lulusan kompeten sekaligus menjadi inkubator inovasi berbasis teknologi terbuka.

Di sisi lain, akademisi dari FTTI UNJAYA, Dedy Hariyadi, menambahkan bahwa bagi talenta muda, open source adalah media belajar terbaik.

“Teknologi ini terjangkau, terdokumentasi dengan baik, dan yang paling penting, memungkinkan kita untuk berdaya bersama-sama melalui kolaborasi antar praktisi,” tambahnya.

Membangun Ekosistem Cloud Nasional yang Berdaulat

Tak sekadar diskusi, CROSS 2026 menjadi titik balik bagi perumusan standar teknologi nasional yang tepat guna. Migrasi sistem dari platform proprietary menuju sistem terbuka yang dikelola secara lokal dipandang sebagai langkah wajib untuk menjawab tantangan keamanan siber. Penerapan praktik DevSecOps dan keamanan berbasis Linux menjadi fondasi utama dalam menciptakan ketahanan sistem yang transparan dan tangguh.

Sinergi yang tercipta antara pemerintah, penyedia cloud nasional, serta komunitas seperti Ubuntu Indonesia dan IMPHNEN memberikan sinyal kuat bahwa Indonesia siap menjadi pemain utama dalam peta digital global. Dengan mengedepankan kolaborasi, infrastruktur digital masa depan Indonesia tidak hanya akan kompetitif secara performa, tetapi juga kokoh dalam menjaga kedaulatan data bangsa. Semangat “berdaya bareng” yang digaungkan di ajang ini menjadi bukti nyata bahwa masa depan digital Indonesia ada di tangan talenta-talenta lokal yang siap berinovasi secara terbuka. (*)

View JSON | Print