Childhood Trauma Causes People to Fear Having Children, Here’s a Psychologist’s Explanation
Penulis
KOMPAS.com - Pengalaman buruk di masa kecil dapat memengaruhi keputusan seseorang saat dewasa, termasuk soal memiliki anak.
Psikolog menilai sebagian orang memilih menunda bahkan tidak memiliki anak karena takut mengulang pola pengasuhan yang pernah mereka alami.
Trauma dari masa lalu dapat menjadi salah satu faktor yang membuat seseorang lebih berhati-hati sebelum memutuskan menjadi orangtua.
Psikolog Ibunda.id, Danti Wulan Manunggal, S.Psi., mengatakan pengalaman masa kecil sering memengaruhi cara seseorang memandang peran sebagai orangtua.
Hal itu ia sampaikan saat dihubungi Kompas.com pada Senin (2/3/2026). Menurut dia, luka emosional dari masa lalu dapat terbawa hingga seseorang dewasa.
Pengalaman yang kurang baik dapat menimbulkan rasa takut saat seseorang membayangkan dirinya menjadi orangtua.
Sebagian orang khawatir mereka akan mengulang pola pengasuhan yang pernah dialami sebelumnya. Kekhawatiran ini membuat mereka berpikir lebih lama sebelum memutuskan memiliki anak.
“Trauma intergenerasi dapat memunculkan keinginan untuk memutus rantai parenting yang buruk dari masa lalu dengan cara tidak memiliki anak jika belum ‘sembuh’,” ujar Danti.
Perasaan tersebut membuat keputusan memiliki anak menjadi hal yang dipertimbangkan dengan sangat hati-hati.
Kesadaran ini membuat sebagian orang ingin memastikan kondisi mental mereka sudah lebih baik. Mereka tidak ingin anak yang lahir nanti mengalami pengalaman yang sama.
Keinginan untuk memperbaiki diri sering menjadi alasan seseorang menunda memiliki anak.
Banyak orang kini ingin memastikan kesiapan mental sebelum menjalani peran sebagai orangtua.
Proses memahami dan menyembuhkan luka masa lalu menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut. Sebagian orang memilih menunggu sampai merasa lebih siap secara emosional.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pengalaman masa kecil dapat memengaruhi keputusan seseorang di masa depan.
Trauma intergenerasi menjadi salah satu faktor yang membuat sebagian orang lebih berhati-hati sebelum memutuskan memiliki anak.