Chandra Asri Partners With Danantara and INA to Build CA-EDC Plant Worth US$800 Million
Chandra Asri Gandeng Danantara dan INA Bangun Pabrik CA-EDC Senilai US$ 800 Juta
CILEGON, investor.id – PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) semakin mengukuhkan posisinya sebagai tulang punggung industri petrokimia nasional. Melalui anak usahanya, PT Chandra Asri Alkali (CAA), grup ini resmi menggandeng dua raksasa investasi negara, Danantara Indonesia dan Indonesia Investment Authority (INA), untuk mengakselerasi pembangunan pabrik Chlor Alkali – Ethylene Dichloride (CA-EDC).
Sinergi ini diresmikan melalui penandatanganan Conditional Share Subscription Agreement (CSSA) pada Senin (3/3/2026). Dalam kesepakatan tersebut, Danantara dan INA berkomitmen mengucurkan investasi bersama senilai US$ 200 juta untuk mendukung proyek ambisius yang berlokasi di Cilegon, Banten tersebut.
Keterlibatan aktif Danantara dan INA dalam proyek senilai US$ 800 juta ini menjadi bagian penting dari Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk mendorong agenda hilirisasi dan transformasi ekonomi jangka panjang. Kehadiran modal dari kedua lembaga investasi negara tersebut ditujukan untuk menekan ketergantungan impor terhadap bahan baku krusial seperti Caustic Soda yang dibutuhkan industri sabun hingga pemurnian alumina.
Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group Erwin Ciputra menegaskan partisipasi Danantara Indonesia serta INA sebagai mitra investasi strategis dalam proyek CA-EDC ini. Dukungan ini mencerminkan kepercayaan terhadap kapabilitas Chandra Asri Group dalam mengembangkan fasilitas ini.
“Kami berharap proyek CA-EDC ini dapat secara signifikan mengurangi ketergantungan impor bahan kimia strategis, memperkuat ketahanan rantai pasok nasional serta mendukung hilirisasi. Selain itu, pembangunan dan operasional fasilitas ini juga akan membuka peluang kerja baru sebanyak 3.000 pada masa konstruksi dan 250 pada saat operasional serta memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat dan industri di Cilegon dan sekitarnya,” ujar Erwin.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menyatakan bahwa perjanjian ini menegaskan komitmen Danantara Indonesia untuk memperkuat industri-industri strategis nasional yang memberikan nilai tambah tinggi, menciptakan lapangan kerja, serta mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Kolaborasi ini tidak hanya sebagai respon terhadap tantangan ketergantungan impor, tetapi juga sebagai langkah nyata untuk mempercepat hilirisasi, kunci penggerak ekonomi Indonesia,” ujar Pandu.
Sementara itu, Pengganti Sementara Ketua Dewan Direktur INA Eddy Porwanto menyatakan investasi ini mencerminkan mandat investasi jangka panjang INA untuk menggerakkan modal pada sektor-sektor yang menjadi prioritas nasional. Bersama Chandra Asri Group sebagai pelaku utama industri petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia dan terkemuka di Asia Tenggara, dan Danantara Indonesia sebagai mitra investor jangka panjang, kolaborasi ini bertujuan untuk membangun fondasi permodalan yang kuat untuk mendukung pengembangan kapasitas industri bahan baku strategis secara berkelanjutan.
“Upaya ini diharapkan dapat mendorong hilirisasi, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, serta memperkuat daya saing dan ketahanan industri nasional,” jelasnya.
Pada fase pertama, pembangunan pabrik CA-EDC akan memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 400.000 ton Caustic Soda kering per tahun dan 500.000 ton Ethylene Dichloride. Kolaborasi antara Danantara Indonesia, INA, dan Chandra Asri Group menjadi wujud sinergi antara pengelola investasi negara dan perusahaan petrokimia terkemuka, yang berkontribusi pada percepatan industrialisasi berkelanjutan dan memperkuat posisi daya saing Indonesia di pasar global.
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now