Biang Kerok Rontoknya IHSG
Biang Kerok Rontoknya IHSG
JAKARTA, investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali rontok pada sesi I perdagangan Kamis (4/6/2026). Di sekitar pukul 09.29 WIB, IHSG minus hingga 3,13% ke level 5.755. Sebanyak 567 saham memerah, 74 saham hijau, dan 82 saham stagnan.
Nilai transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat telah senilai Rp 3,85 triliun dengan 6,86 miliar saham diperdagangkan.
IHSG melanjutkan catatan negatif pada perdagangan Rabu (3/6/2026) kemarin yang ditutup minus 4,11%.
BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) sebelumnya memperkirakan secara teknikal, IHSG hari ini masih berpotensi melanjutkan fase konsolidasi.
“Dalam jangka pendek, fokus pasar akan tertuju pada perkembangan stabilitas rupiah, respons pemerintah terhadap tekanan pasar keuangan, serta hasil evaluasi indeks global yang berpotensi memengaruhi arus modal asing,” sebut BRIDS dalam ulasannya pada pagi hari ini.
Sementara itu, nilai tukar (kurs) rupiah kembali melemah dalam pembukaan perdagangan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis, 4 Juni 2026. Pelemahan rupiah mendorongnya menyentuh level Rp 18.000 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.05 WIB di pasar spot exchange, menunjukkan nilai tukar rupiah hari ini dibuka melemah 37 poin (0,21%) ke level Rp 18.003 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terlihat melemah 0,08% ke level 99.445.
Sebelumnya, Phintraco Sekuritas menjelaskan, IHSG kemarin ditutup melemah di level 5.941,07 (4,11%). Tekanan pada IHSG ini antara lain disebabkan oleh berlanjutnya pelemahan Rupiah sebesar 0,71% hingga Rp 17.966 per dolar.
Harga minyak yang kembali naik juga memicu kecemasan akan inflasi yang meningkatkan peluang bagi BI untuk kembali menaikkan BI Rate pada tahun ini, apalagi jika Rupiah berlanjut melemah. “Secara teknikal, jika IHSG hari ini ditutup di bawah level 5.900, maka berpotensi akan menguji level support berikutnya di 5.750-5.840,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Kamis (4/6/2026).
Moody’s menetapkan peringkat PT Danantara Investment Management (DIM) pada Baa2 dengan prospek negatif. Peringkat ini setara dengan peringkat utang Pemerintah Indonesia saat ini, yang mencerminkan keterkaitan kredit yang kuat antara DIM dan Pemerintah.
Peringkat DIM
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now