Indonesian Political, Business & Finance News

Beyond Short-Term Gains: How Indonesian Investors Are Crafting Long-Term Strategies

| | Source: PURNAMANEWS.COM | Investment

JAKARTA, CILACAP.INFO – Tahun ini diawali dengan situasi geopolitik dan ekonomi dari dalam negeri maupun luar negeri yang membuat arah pasar menjadi tidak menentu. Menyikapi kondisi tersebut, Nanovest menyelenggarakan “Golden Hours”, sebuah sesi pre-iftar yang menghadirkan pakar finansial berpengalaman di bidang investasi, berbagai komunitas melek finansial, serta rekan media. Melalui acara ini, Nanovest berharap dapat memberikan insight menarik terkait strategi investasi jangka panjang di tahun 2026.

Diselenggarakan di Kyro, Pacific Place, acara ini menggabungkan suasana Ramadan yang hangat dengan diskusi ekonomi ringan namun relevan. Dalam sesi “Golden Hours”, para pembicara membahas kondisi pasar global hingga sektor investasi yang diperkirakan menjadi sorotan pada 2026. Nanovest memandang Ramadan sebagai momentum refleksi, tidak hanya secara spiritual tetapi juga finansial. Di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian, literasi investasi dinilai semakin penting agar masyarakat dapat mengambil keputusan keuangan yang lebih bijak serta menyusun kembali strategi investasi sesuai profil risiko masing-masing.

Sepanjang 2025, platform Nanovest mencatat pertumbuhan signifikan, baik dari sisi pengguna maupun aktivitas transaksi. Trading volume meningkat sekitar 70% secara tahunan (YoY), dengan lebih dari 1,1 juta pengguna yang telah terverifikasi (KYC). Pertumbuhan ini didukung oleh peluncuran berbagai produk inovatif Nanovest yang berfokus pada ekosistem Web3 seperti IDDB, Crypto Staking, Gadai Digital, dan Web3 Trading. Namun di saat yang sama, perilaku investor juga mulai mengalami perubahan.

CMO Nanovest, Jovita Widjaja, menilai bahwa tahun 2026 bukan lagi era mengejar keuntungan instan. Ia menjelaskan bahwa saat ini terjadi perubahan pola pikir investor, khususnya generasi muda. Fokus mereka tidak lagi sekadar mencari investasi yang cepat naik, tetapi mulai mengarah pada pembangunan portofolio yang sehat dan mampu bertahan dalam berbagai kondisi pasar. Melalui Golden Hours, Nanovest ingin menghadirkan insight yang relevan agar investor dapat menyusun strategi investasi yang lebih tepat dari para pakar finansial yang hadir.

Pandangan tersebut sejalan dengan kondisi industri yang mulai bergerak menuju pendekatan investasi yang lebih disiplin. Tjoe Ay, CMO Jarvis Asset Management, menambahkan bahwa pergerakan IHSG pada 2026 akan sangat dipengaruhi oleh aliran dana (money flow) di pasar. Ia memproyeksikan peningkatan aliran dana dari institusi seperti dana pensiun, perusahaan asuransi, dan BPJS. Jika aliran dana institusi meningkat, saham dengan fundamental kuat berpotensi mendapatkan perhatian lebih besar dari pasar.

Diskusi panel bersama Tjoe Ay dan Jason Nathanael, Investment Expert, juga menyoroti bahwa pasar mulai memasuki fase yang lebih selektif. Investor didorong untuk memahami fundamental aset yang dipilih, bukan sekadar mengikuti tren.

Dalam sesi Market Talks, para pembicara memaparkan bahwa tahun 2026 diperkirakan menjadi periode kedewasaan pasar investasi. Saham Amerika Serikat di sektor finansial seperti JPMorgan, Visa, dan Mastercard diprediksi tetap menjadi motor pertumbuhan, bersama perusahaan teknologi seperti NVIDIA dan Microsoft yang mendapat dorongan dari monetisasi teknologi kecerdasan buatan serta normalisasi aktivitas ekonomi global.

Di sisi lain, emas diperkirakan tetap mempertahankan posisinya sebagai aset safe haven utama. Proyeksi ini didukung oleh kebijakan pelonggaran moneter Federal Reserve serta berbagai inisiatif global yang memperkuat peran emas dalam sistem keuangan internasional.

Minat masyarakat Indonesia terhadap investasi juga terus meningkat, terlihat dari pertumbuhan jumlah investor saham domestik yang mencetak rekor baru. Di tengah volatilitas perdagangan IHSG, sebagian investor lokal mulai memperluas portofolio dengan melirik saham Amerika Serikat sebagai alternatif investasi global.

Menjawab kebutuhan tersebut, Nanovest menyediakan akses ke koleksi saham Amerika Serikat yang komprehensif melalui satu aplikasi, sehingga pengguna dapat membangun portofolio global dengan lebih mudah.

Kombinasi antara aset pertumbuhan dan aset stabil dipandang sebagai strategi investasi yang paling relevan saat ini, terutama bagi generasi muda seperti Gen Z dan milenial yang mulai merencanakan keuangan jangka panjang.

Jason Nathanael menjelaskan bahwa portofolio ideal ke depan bukan lagi soal memilih satu aset terbaik, melainkan mengombinasikan beberapa jenis aset dengan peran yang berbeda. Aset pertumbuhan dapat menangkap peluang ekonomi baru, sementara aset defensif berfungsi menjaga daya beli. Investor muda memiliki keunggulan waktu, sehingga strategi portofolio seimbang sejak awal dapat memberikan dampak yang lebih besar dalam jangka panjang.

Melalui inisiatif Golden Hours, Nanovest menegaskan perannya tidak hanya sebagai platform investasi, tetapi juga sebagai partner finansial bagi berbagai generasi. Ke depan, Nanovest akan terus menghadirkan edukasi investasi yang mudah dipahami, relevan, dan kontekstual dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari generasi muda yang baru memulai perjalanan finansial hingga generasi yang lebih matang dalam membangun dan melindungi asetnya.

Dengan pendekatan yang inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan lintas generasi, Nanovest berkomitmen untuk memperkuat literasi keuangan nasional sekaligus mendorong masyarakat Indonesia agar dapat berinvestasi secara bijak dan berkelanjutan.

Ramadan pun menjadi momentum yang tepat untuk memulai kebiasaan baru, tidak hanya menahan diri dalam konsumsi, tetapi juga mulai membangun masa depan finansial secara lebih sadar. Karena waktu terbaik untuk memulai investasi bukanlah ketika pasar sempurna, melainkan ketika seseorang memahami tujuan keuangannya.

Press Release ini juga tayang di VRITIMES

View JSON | Print