Indonesian Political, Business & Finance News

Ahead of Eid al-Fitr, the Social Affairs Ministry has disbursed Rp 193.7 billion in livelihood security assistance for flood victims in Sumatra

| Source: TEMPO_ID Translated from Indonesian | Social Policy

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRR) menginginkan beban masyarakat korban banjir Sumatera dapat berkurang saat merayakan Idul Fitri. Salah satu langkah mewujudkan itu adalah memberikan bantuan jaminan hidup kepada korban banjir di tiga provinsi terdampak. Ketua Satgas PRR sekaligus Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian terus mendorong percepatan penyaluran bantuan ini kepada masyarakat. Ia meminta Kementerian Sosial segera mengeksekusi anggaran yang telah disiapkan agar target penyaluran dapat berjalan lancar. Data dari Kementerian Sosial mencatat, pada tahap pertama, sebanyak Rp 193,7 miliar sudah disalurkan untuk korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat per Kamis, 5 Maret 2026. Bantuan tersebut menyasar 143.496 penerima manfaat yang masing-masing penerima Rp 450 ribu per bulan selama 3 bulan. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul berkomitmen segera menyalurkan bantuan jaminan hidup kepada masyarakat. Dalam prosesnya, Kementerian Sosial menugaskan PT Pos Indonesia untuk menyalurkan bantuan tersebut kepada para penerima. “Sebagai bagian dari tim percepatan rehabilitasi rekonstruksi yang dipimpin oleh Pak Mendagri, kami juga dapat penugasan untuk menyalurkan beberapa bantuan sosial,” kata dia pada Kamis, 5 Maret 2026. Kemensos, kata dia, akan menyalurkan bantuan jaminan hidup ini untuk 248.588 penerima manfaat dari 67.886 kepala keluarga (KK). Sisanya akan ditransfer pada tahap kedua yang ditargetkan selesai sebelum memasuki hari raya Idul Fitri. Adapun total anggaran untuk bantuan Jaminan Hidup korban banjir Sumatra senilai Rp 335,59 miliar. Karena bertujuan meringankan beban masyarakat, Gus Ipul akan menyalurkan bantuan ini dengan tepat sasaran dan penuh kehati-hatian. Ia juga berharap, penerima manfaat dapat menggunakannya secara bijak. “Karena penyaluran ini diharapkan bisa cepat, tapi juga tepat sasaran, prudent, penuh kehati-hatian, bisa dipertanggungjawabkan,” kata dia. Plt Direktur Utama PT Pos Indonesia Haris mengatakan penyaluran bantuan dilakukan melalui tiga cara. Pertama, penerima mengambil bantuan di kantor pos. Kedua, pembayaran dilakukan secara kolektif di komunitas, seperti di kantor desa atau kampung, serta kantor kelurahan dan kecamatan. Ketiga, khusus bagi penerima yang lansia atau sakit, bantuan akan diantarkan langsung ke kediaman. PT Pos Indonesia akan memanfaatkan 454 kantor yang tersebar di tiga provinsi terdampak. Per 5 Maret 2026, proses penyaluran sudah menyasar sekitar 17 ribu KK atau 26,7 persen dari seluruh KK yang telah menjadi penerima manfaat. “Jadi secara total kami targetkan tanggal 15 Maret nanti sudah selesai semuanya,” kata Haris. Satgas PRR berkomitmen mempercepat proses pemulihan agar kehidupan masyarakat di wilayah terdampak banjir Sumatra dapat kembali normal secepat mungkin. Percepatan ini dilakukan dengan terus berkoordinasi bersama kementerian atau lembaga dan pemerintah daerah. (*)

View JSON | Print