Agriculture and Manufacturing Emerge as Primary Sectors for US Investment in Indonesia
Sektor Agro dan Manufaktur Menjadi Titik Utama Investasi AS di Indonesia
Acara US-Indonesia Business Summit (Forum Bisnis RI-AS) 2026 sukses terselenggarakan di Washington D.C, Amerika Serikat. Presiden Prabowo Subianto pun menyaksikan langsung penandatanganan 11 kesepakatan kerjasama antara perusahaan-perusahaan AS dengan Indonesia.
“Tanggung jawab saya sebagai Presiden, memperkuat tata kelola, meningkatkan transparansi, dan memastikan bahwa kami memenuhi standar internasional. Ini tentang bagaimana menjaga integritas ekonomi kita, dan kepercayaan investor jangka panjang,” tuturnya dalam siaran pers, Kamis (19/2/2026).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto mengatakan Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang sudag selesai, semakin menguatkan komitmen kedua negara untuk membuka akses pasar dan menyelesaikan berbagai hambatan perdagangan. Dengan begitu, akan meningkatkan kepastian usaha dan membuka peluang investasi yang lebih besar di Indonesia maupun di AS.
Dari forum itu, terjalin investasi dengan total komitmen sebesar US$38,4 miliar. Airlangga pun merincikan berbagai sektor industri yang mendapat aliran dana investasi dengan AS.
Pada sektor Agro, total kesepakatan pembelian mencapai US$4,5 Miliar. Ini mencakup kesepakatan untuk pembelian Soybeans (US$1,37 miliar), Wheat (TBA hingga 2030 US$1,25 miliar), Corn (US$855 juta), Cotton (US$244 juta) dan produk lainnya (US$800 juta).
Investasi selanjutnya pada sektor industri manufaktur dengan kesepakatan investasi mencapai US$33,91 miliar. Ini meliputi kesepakatan kerjasama antara KADIN dengan USABC sebesar US$2 miliar, kesepakatan bahan baku industri berupa Shredded Worn Clothing sebesar US$200 juta, serta rencana investasi pada industri semikonduktor yang mencapai US$4,89 miliar dan US$26,7 miliar.
“Penandatanganan berbagai kesepakatan kerjasama tersebut dilakukan di depan Presiden Prabowo, pada sesi acara Gala Iftar Dinner, dan ditandatangani langsung oleh para Pimpinan Perusahaan AS dan Indonesia yang telah mengikat kesepakatan kerjasama tersebut,” pungkas Airlangga.(*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.