162 Households in a Nagan Raya village remain isolated after destroyed bridge
Kita berharap pemerintah segera membangun jembatan yang putus ini, karena ketergantungan ekonomi masyarakat ada di seberang sungai…
Nagan Raya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya, Provinsi Aceh, memastikan sebanyak 165 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Blang Tripa, Desa Alue Waki, Kecamatan Darul Makmur, hingga saat ini masih terisolasi setelah satu unit jembatan rangka baja yang membentang di aliran sungai setempat dihempas banjir bandang yang terjadi pada akhir tahun 2025 lalu.
“Kita berharap pemerintah segera membangun jembatan yang putus ini, karena ketergantungan ekonomi masyarakat ada di seberang sungai, di sana banyak terdapat sumber ekonomi masyarakat yaitu tanaman kelapa sawit,” kata Bupati Nagan Raya Teuku Raja Keumangan, Kamis.
Ia mengatakan dampak masih terputusnya jembatan itu menyebabkan akses transportasi 165 KK di wilayah tersebut masih terganggu hingga saat ini. Bahkan banyak warga di sana terganggu ekonominya karena tidak leluasa memanen kelapa sawit sebagai sumber ekonomi keluarga.
Seperti diketahui, satu jembatan rangka baja yang telah putus tersebut memiliki bentang panjang mencapai 120 meter dengan lebar sekitar 5-6 meter, dan selama ini sering digunakan masyarakat sebagai sarana transportasi.
Bupati Teuku Raja Keumangan berharap pemerintah pusat segera membangun jembatan yang rusak akibat terjangan bencana banjir itu.
Sebelumnya Pemkab Nagan Raya memastikan sebanyak 1.807 rumah warga di tiga kecamatan yaitu Beutong Ateuh Banggalang, Darul Makmur, dan Tripa Makmur, hingga dalam keadaan rusak akibat terjangan bencana banjir bandang.
Dari 1.807 rumah yang terkena bencana banjir bandang, sebanyak 487 rumah dilaporkan rusak berat, 283 rumah rusak sedang, serta 1.043 rumah rusak ringan.