Why Are Hypocrites Dangerous?
Republika.co.id, Jakarta — The Quran does not merely contain laws but also stories. Among the sacred verses, there are words from Allah that address the character of the hypocrites. For example, Surah al-Ahzab, verse 19. Allah says:
اَشِحَّةً عَلَيۡكُمۡ ۖۚ فَاِذَا جَآءَ الۡخَوۡفُ رَاَيۡتَهُمۡ يَنۡظُرُوۡنَ اِلَيۡكَ تَدُوۡرُ اَعۡيُنُهُمۡ كَالَّذِىۡ يُغۡشٰى عَلَىۡهِ مِنَ الۡمَوۡتِ ۚ فَاِذَا ذَهَبَ الۡخَـوۡفُ سَلَقُوۡكُمۡ بِاَ لۡسِنَةٍ حِدَادٍ اَشِحَّةً عَلَى الۡخَيۡـرِ ؕ اُولٰٓٮِٕكَ لَمۡ يُؤۡمِنُوۡا فَاَحۡبَطَ اللّٰهُ اَعۡمَالَهُمۡ ؕ وَكَانَ ذٰ لِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيۡرًا
“Mereka kikir terhadapmu. Apabila datang ketakutan (bahaya), kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-balik seperti orang yang pingsan karena akan mati, dan apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka kikir untuk berbuat kebaikan. Mereka itu tidak beriman, maka Allah menghapus amalnya. Dan yang demikian itu mudah bagi Allah.”
Menurut para mufasir, ayat itu mengisahkan sifat golongan kaum munafik saat umat Islam pada zaman Rasulullah SAW berperang menegakkan kebenaran. Mereka selalu menghindar dan beralasan agar tidak perlu membantu Nabi SAW dan umat Islam dalam berjuang melawan agresor.
Namun, setelah umat Islam memenangkan peperangan, kaum munafik berkoar-koar. Mereka merasa paling berjasa dalam perjuangan tersebut.
Dalam penjelasan Tafsir Alquran Kementerian Agama, pada ayat ini, Allah SWT menyebutkan sifat-sifat orang-orang yang selalu menghindar dari ikut berjihad bersama Nabi Muhammad SAW. Pertama, mereka tidak menolong Rasulullah SAW dan kaum Muslimin dalam menghadapi musuh, baik pertolongan berupa harta benda maupun jiwa raga.