UMKM Players Reach 59 Million as Government Integrates Data via SAPA-UMKM
KOMPAS.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Tanah Air telah mencapai sekitar 59 juta unit usaha. Data tersebut menjadi salah satu dasar penting dalam penguatan kebijakan ekonomi nasional berbasis sektor UMKM. Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan, dari total tersebut, sekitar 30,2 juta merupakan UMKM non-pertanian berdasarkan kerja sama BPS dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) pada 2022–2023. “Berdasarkan Sensus Pertanian 2023, terdapat sekitar 29 juta UMKM di sektor pertanian. Dengan demikian, total keseluruhan mencapai sekitar 59 juta UMKM,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (22/5/2026). Hal tersebut disampaikan Amalia dalam acara soft launching Sistem Aplikasi Pelayanan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (SAPA-UMKM) di Kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Kamis (21/5/2026). Dalam kesempatan itu, Amalia mengapresiasi peluncuran SAPA-UMKM yang dinilai memperkuat ekosistem data nasional. “SAPA-UMKM ini akan menjadi sumber data yang luar biasa bagi BPS, terutama dalam penghitungan produk domestik bruto (PDB) atau pertumbuhan ekonomi, pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), serta menjadi pelengkap dalam menghasilkan statistik-statistik lain di BPS,” jelasnya. Amalia menambahkan, kehadiran sistem tersebut menjadi momentum strategis menjelang Sensus Ekonomi 2026 sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang (UU) Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. UMKM diperkirakan menjadi kelompok usaha terbesar yang akan didata dalam sensus tersebut. “Sekarang, kewajiban kita membangun entrepreneur. Tidak ada satu pun negara yang kuat tanpa usaha yang kuat. Makin kuat UMKM-nya, di situlah negara ditopang,” ujarnya. Rachmat menyebut SAPA-UMKM sebagai revolusi digital untuk pengembangan UMKM di Indonesia. Sementara itu, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menekankan pentingnya integrasi data UMKM untuk mendukung kebijakan yang lebih tepat sasaran. “Sistem ini memungkinkan kita mengetahui perkembangan terkini pelaku UMKM di seluruh Indonesia,” ujarnya. Ia menjelaskan, SAPA-UMKM dirancang dengan mengintegrasikan data, layanan, serta akses pembiayaan bagi pelaku UMKM yang dapat dimanfaatkan lintas instansi pemerintah. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang