The Secret of a Happy Life: Recognise the Three Things That Bring the Sweetness of Faith
Rasulullah ﷺ explained that there are three matters that can make a Muslim taste the sweetness of faith (halawatul iman). A person who possesses these three qualities will perform acts of worship with a calm heart, full of love for Allah SWT, and find happiness in life. This is as mentioned in the hadith from Sahih Bukhari and Sahih Muslim:
ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِمْ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ
Tsalātsun man kunna fīhi wajada ḥalāwatal īmān: an yakūnallāhu wa rasūluhu aḥabba ilaihi mimmā siwāhumā, wa an yuḥibbal mar’a lā yuḥibbuhu illā lillāh, wa an yakraha an ya‘ūda fil kufri kamā yakrahu an yuqdzafa fin nār.
“Ada tiga hal, yang jika terdapat pada diri seseorang maka dia akan mendapatkan manisnya iman: Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya, dia mencintai seseorang hanya karena Allah, dan dia membenci kembali kepada kekufuran sebagaimana dia membenci dilemparkan ke dalam neraka.”
Hadis tersebut menunjukkan bahwa kekuatan iman bukan hanya terlihat dari ibadah lahiriah, tetapi juga dari kedalaman cinta seorang hamba kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.
Mencintai Allah dan Rasul-Nya di Atas Segalanya
Perkara pertama yang disebut Rasulullah ﷺ adalah menjadikan Allah SWT dan Rasul-Nya sebagai cinta tertinggi dalam kehidupan.
Orang yang memiliki kecintaan besar kepada Allah dan Rasul akan lebih mudah menjalankan perintah agama, menjaga ibadah, serta menjauhi segala larangan-Nya meski harus mengorbankan kepentingan duniawi.
Mencintai Sesama Karena Allah
Tanda kedua dari manisnya iman adalah mencintai orang lain semata-mata karena Allah, bukan karena harta, jabatan, status sosial, ataupun kepentingan dunia lainnya.
Dalam ajaran Islam, cinta karena Allah diwujudkan dengan saling menasihati dalam kebaikan, menjaga saudaranya dari perbuatan dosa, serta mengajak kepada jalan yang benar.
Seseorang yang mencintai karena Allah juga akan berusaha menjaga orang yang dicintainya agar tidak terjerumus dalam perbuatan yang dapat merusak agama dan kehidupannya.
Membenci Kekufuran
Tanda ketiga adalah membenci kekufuran sebagaimana seseorang membenci dilemparkan ke dalam api neraka.
Sikap tersebut menunjukkan kuatnya keimanan seorang Muslim sehingga ia berusaha menjauhi segala perbuatan yang dapat merusak akidah dan menjauhkan diri dari Allah SWT.
Para ulama menjelaskan, manisnya iman bukan sekadar ketenangan hati, tetapi juga tercermin dalam semangat beribadah, keteguhan memegang ajaran agama, serta kemampuan menjaga diri dari dosa dan kemaksiatan.