Strengthening National Industry, Indonesia to Transfer Technology from Russia
Perkuat Industri Nasional, RI Bakal Transfer Teknologi dari Rusia
Senin, 11 Mei 2026 | 16:52 WIBJakarta, Beritasatu.com – Pemerintah Indonesia membidik transfer teknologi dari Rusia untuk memperkuat daya saing industri nasional sekaligus memperluas akses pasar global.
Upaya tersebut diperkuat melalui pengembangan kerja sama strategis di sektor industri, perdagangan, dan investasi antara kedua negara.
Komitmen itu dibahas dalam pertemuan bilateral antara Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza dan Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia Alexey Vladimirovich Gruzdev dalam rangkaian Indonesia–Russia Business and Investment Forum 2026 di Saint Petersburg.
“Kami ingin memastikan seluruh potensi kerja sama yang telah dibahas tidak berhenti pada tataran komitmen, tetapi segera ditransformasikan menjadi langkah nyata yang memberikan manfaat bagi kedua negara,” ujar Faisol dalam keterangan tertulis, Senin (11/5/2026).
Menurut Faisol, momentum partisipasi Indonesia sebagai Partner Country dalam ajang INNOPROM 2026 harus dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat kemitraan industri dan mendorong transfer teknologi yang berdampak langsung terhadap peningkatan daya saing industri nasional.
Sejumlah sektor strategis menjadi fokus kerja sama kedua negara, di antaranya industri manufaktur, galangan kapal, petrokimia, farmasi dan alat kesehatan, serta pengembangan teknologi industri.
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin pada 13 April 2026 di Moskow yang menegaskan komitmen kedua negara untuk memperdalam kerja sama di berbagai sektor prioritas.
Kedua pihak menilai hubungan perdagangan bilateral Indonesia dan Rusia menunjukkan tren positif. Hingga Oktober 2025, nilai perdagangan nonmigas kedua negara tercatat mencapai US$ 4,04 miliar dengan pertumbuhan yang konsisten sejak 2020.
Sementara itu, realisasi investasi Rusia di Indonesia juga terus berkembang meski masih memiliki peluang besar untuk ditingkatkan.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah Indonesia menekankan pentingnya percepatan implementasi seluruh potensi kerja sama yang telah diidentifikasi menjadi program konkret dan berkelanjutan. Momentum INNOPROM 2026 dinilai dapat menjadi penggerak utama percepatan implementasi berbagai kerja sama tersebut.
Selain itu, kedua negara juga menyepakati percepatan implementasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) yang ditargetkan mulai berlaku tahun depan. Perjanjian tersebut diharapkan menjadi platform strategis untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan volume perdagangan kedua negara.
Indonesia dan Rusia juga membahas finalisasi Memorandum of Understanding (MoU) on Industrial Cooperation sebagai payung hukum penguatan kolaborasi industri secara lebih sistematis dan berkelanjutan. Penandatanganan nota kesepahaman tersebut ditargetkan berlangsung bertepatan dengan penyelenggaraan INNOPROM 2026.
“Momentum partisipasi Indonesia sebagai Partner Country pada INNOPROM 2026 harus dimanfaatkan secara optimal untuk memperluas investasi, memperkuat kemitraan industri, serta mendorong transfer teknologi yang berdampak langsung pada peningkatan daya saing industri nasional,” pungkas Faisol.
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
3
Terancam Diamputasi, Korban Selamat Bus ALS Jalani Operasi