Indonesian Political, Business & Finance News

Ready-to-Eat Meals for Hajj Pilgrims During Arafah-Mina Phase Can Last 18 Months

| Source: VIVA Translated from Indonesian | Economy
Ready-to-Eat Meals for Hajj Pilgrims During Arafah-Mina Phase Can Last 18 Months
Image: VIVA

VIVA – The Ministry of Hajj and Umrah (Kemenhaj) RI guarantees logistical supply for Indonesian Hajj pilgrims during the peak phase of the Hajj pilgrimage in Arafah, Muzdalifah, and Mina (Armuzna) 1447H/2026AD in safe conditions. The Armuzna phase is a crucial point given the high mobility of pilgrims for performing wuquf in Arafah, mabit in Muzdalifah, and throwing the jamrah in Mina. To anticipate the situation, Kemenhaj prepared a special logistics scheme in the form of millions of ready-to-eat (RTE) meals, to support high mobility and maintain pilgrims’ stamina; the government has prepared a special logistics scheme in the form of millions of ready-to-eat packages. “Total (RTE) requirements for Armuzna phase, around 3,082,200 packages. This will be divided into two large categories,” said Jaenal Effendi, Director General of the Development of the Hajj Economic Ecosystem (PEEHU) of Kemenhaj RI, in Mecca, Saudi Arabia, Tuesday, 19 May 2026, as quoted on the Kemenhaj site. Jaenal detailed that the first category is intended for the main Armuzna days, namely 8 to 12 Dzulhijjah, with a volume of 1,849,680 packages. The procurement involves cooperation between a Saudi company (syarikah Arab Saudi) with PT Halalan Thayyiban and Family Food. Sementara itu, kategori kedua disiapkan sebanyak 1.232.520 paket untuk memenuhi kebutuhan jemaah pada tanggal 7, 8, dan 13 Zulhijah. Paket pada fase ini diproduksi langsung oleh industri makanan asal Indonesia yang bermitra dengan perusahaan lokal di Arab Saudi. Langkah percepatan produksi dan penyediaan makanan ini, menurut Jaenal, merupakan bagian dari strategi mitigasi pemerintah dalam mengantisipasi ketidakpastian rantai pasok global akibat situasi geopolitik saat ini. “Kemarin karena adanya geopolitik dan kenaikan bahan baku, kami memastikan pelaksanaan Armuzna mulai tanggal 7 sampai 13 tetap aman. Alhamdulillah sebagian besar sudah ada di dapur dan akan didistribusikan ke hotel-hotel tempat para jemaah tinggal,” tegas Jaenal. “Praktis, Lolos Uji Lab, Selera Indonesia” Menjawab tantangan kejenuhan selera makan jemaah di Tanah Suci, Kemenhaj mendesain menu RTE ini agar tetap akrab dengan lidah jemaah. Variasi menu yang dihadirkan antara lain gulai ayam wortel kentang, semur ayam kacang merah, rendang daging kacang merah, kare ayam kentang, nasi basmati putih, hingga nasi uduk.

Tags: berita
View JSON | Print