Indonesian Political, Business & Finance News

Profile of Ahmad Vahidi: The hardline general behind Iran's war strategy

| | Source: MEDIA_INDONESIA Translated from Indonesian | Politics
Profile of Ahmad Vahidi: The hardline general behind Iran's war strategy
Image: MEDIA_INDONESIA

Headline

Pasar menilai positif pidato Presiden Prabowo dan kebijakan BI.

Pasar menilai positif pidato Presiden Prabowo dan kebijakan BI.

DI tengah kebuntuan negosiasi dengan Amerika Serikat, seorang jenderal garis keras Iran yang memiliki rekam jejak panjang dalam operasi militer domestik maupun luar negeri diyakini mengamankan posisi strategis di pusat kekuasaan Teheran. Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi kini muncul sebagai pemain kunci dalam merumuskan sikap keras Iran terhadap Washington.

Vahidi, yang kini memimpin Garda Revolusi Iran (IRGC), disebut-sebut sebagai bagian dari lingkaran kecil yang memiliki akses langsung ke Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei. Mojtaba sendiri dilaporkan masih dalam persembunyian setelah terluka dalam serangan Israel pada 28 Februari 2026, yang menewaskan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.

Ketidakpastian mengenai orang yang memegang kendali penuh di Iran sejak perang meletus memicu perebutan pengaruh di tingkat atas teokrasi. Vahidi, yang sempat tidak terlihat publik selama berbulan-bulan, muncul kembali pada Kamis (21/5) saat bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Pakistan di Teheran untuk membahas pesan negosiasi dari AS.

Lembaga pemikir Institute for the Study of War yang berbasis di Washington menilai bahwa Vahidi dan lingkaran dalamnya kemungkinan besar mengonsolidasikan kendali tidak hanya atas respons militer, tetapi juga kebijakan negosiasi Iran.

Lahir dengan nama Ahmad Shahcheraghi di Shiraz pada 1958, karier Vahidi melesat setelah Revolusi 1979. Ia merupakan veteran perang delapan tahun melawan Irak dan mantan komandan pertama Pasukan Quds, unit elite IRGC untuk operasi luar negeri.

Dunia internasional mencatat namanya dalam beberapa insiden besar:

Gaya konfrontatif Vahidi diprediksi akan mempersulit upaya pemerintahan Donald Trump untuk mencapai kesepakatan. Kenneth Katzman, pakar senior dari The Soufan Group, menyebut Vahidi memiliki pola pikir revolusi tanpa akhir dan percaya bahwa AS harus ditantang di setiap kesempatan.

Kegagalan pembicaraan di Pakistan pada April lalu antara delegasi Iran yang dipimpin Mohammad Bagher Qalibaf dan delegasi AS di bawah Wakil Presiden JD Vance semakin memperkuat posisi kelompok garis keras. Qalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi justru menuai kritik tajam di dalam negeri karena dianggap terlalu banyak memberi konsesi.

Analis Kamran Bokhari mencatat bahwa tokoh-tokoh seperti Vahidi tidak hanya mengelola perang, tetapi secara aktif membentuk kembali suksesi kepemimpinan dan mengonsolidasikan otoritas di sekitar pemimpin tertinggi yang melemah melalui mekanisme tata kelola krisis.

Dengan kendali atas arsenal rudal balistik dan armada kapal cepat di Teluk Persia, Ahmad Vahidi kini menjadi sosok yang menentukan apakah ketegangan di Timur Tengah akan mereda atau justru menuju eskalasi yang lebih destruktif. (The Independent/I-2)

Laporan intelijen AS mengungkap Iran mempercepat produksi drone dan rudal di tengah gencatan senjata, memicu kekhawatiran ancaman regional baru.

Presiden Trump hadapi tantangan besar terkait program nuklir Iran. Dengan 10 ton stok uranium, diplomasi AS berada di titik kritis pascaserangan militer.

Iran memperingatkan respons keras terhadap ancaman militer Donald Trump, sementara harga minyak dunia anjlok di tengah harapan diplomasi Pakistan.

Dua supertanker Tiongkos keluar dari Selat Hormuz setelah tertahan dua bulan. Presiden Trump dan Wapres JD Vance sebut kesepakatan damai dengan Iran segera tercapai.

Militer AS menyita tanker Skywave yang membawa 1 juta barel minyak Iran di tengah ancaman serangan udara Presiden Donald Trump terhadap Teheran.

Menelusuri kondisi Iran pascaserangan udara: Krisis biaya hidup, suksesi Mojtaba Khamenei, dan harapan pada mediasi Tiongkok di tengah ketegangan.

Ketidakhadiran Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei memicu spekulasi publik dan menghambat negosiasi damai dengan AS di tengah perpecahan faksi internal.

Presiden Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran demi solusi diplomatik, meski kepemimpinan Iran dilaporkan terpecah belah.

PEMIMPIN Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, secara terbuka menggaungkan klaim kemenangan negaranya dalam persaingan geopolitik melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Laporan intelijen menyebut Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei dalam kondisi kritis akibat serangan AS-Israel. Teheran membantah klaim kondisi koma.

Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved

View JSON | Print