Indonesian Political, Business & Finance News

PFN Aims to Develop Service Business Through Collaboration with ASQI

| Source: ANTARA_ID Translated from Indonesian | Economy
PFN Aims to Develop Service Business Through Collaboration with ASQI
Image: ANTARA_ID

Jakarta (ANTARA) - PT Produksi Film Negara (PFN) membidik pengembangan bisnis layanan dan pelatihan melalui kerja sama penguatan pengalaman pelanggan atau customer experience (CX) dengan Asosiasi Service Quality Indonesia (ASQI).

Direktur Utama PFN Riefian Fajarsyah mengatakan PFN melalui Indonesia Film and Content Academy (IFCA) ingin memperluas kolaborasi bersama ASQI, termasuk menjangkau jejaring antarbadan usaha milik negara (BUMN) maupun instansi pemerintah.

“Ini kan baru pertemuan perkenalan. Jadi insya Allah ke depannya akan lebih banyak lagi kerja sama yang bermanfaat. Selama itu positif, kita dukung,” kata Riefian atau akrab disapa Ifan Seventeen di Kantor PFN, Jakarta Timur, Selasa.

Menurut dia, PFN yang kini berada di bawah Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) menilai kerja sama dengan ASQI dapat mendukung penguatan kualitas layanan PFN maupun BUMN lainnya sejalan dengan pengembangan program CX100 Danantara.

Ifan mengatakan PFN ingin mencari bentuk kolaborasi yang dapat segera direalisasikan untuk mendukung pengembangan usaha perusahaan dalam jangka pendek.

“Saya ini orangnya very tactical, jadi benar-benar melihat peluang mana yang bisa diambil kesempatannya dan dimanfaatkan sebaik mungkin, cepat,” ujarnya.

Kerja sama PFN dan ASQI mencakup pengembangan pelatihan layanan pelanggan, webinar, master class, asesmen, hingga pendampingan sertifikasi layanan pelanggan.

Dalam skema tersebut, PFN melalui IFCA akan berperan dalam penyelenggaraan kegiatan dan pengembangan konten pelatihan berbasis audiovisual, sedangkan ASQI menyediakan tenaga ahli, asesor, dan standar pelatihan layanan pelanggan.

Ifan mengatakan pihaknya akan berusaha memperluas dan memanfaatkan jejaring perusahaan di lingkungan BUMN maupun pemerintahan untuk mempercepat pengembangan kerja sama PFN lainnya.

“Nanti saya juga bantu di ujung depan, saya yang buka jalan,” ucap Ifan.

PFN merupakan BUMN perfilman yang berdiri sejak 1934 dan bergerak di bidang produksi film, konten audiovisual, serta pengembangan industri kreatif nasional. Salah satu hasil produksi PFN yang dikenal baik masyarakat adalah serial anak “Si Unyil” yang tayang di program televisi nasional.

Dalam beberapa waktu terakhir, PFN menjalankan transformasi bisnis ke sektor pengembangan sumber daya manusia melalui IFCA.

Transformasi tersebut dilakukan seiring upaya PFN memperluas model bisnis di luar produksi film konvensional, termasuk pengembangan pelatihan, pengelolaan konten, dan kolaborasi kreatif lintas sektor.

Kementerian Ekonomi Kreatif sebelumnya menyebutkan bahwa sektor ekonomi kreatif menyumbang sekitar Rp1.500 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional serta menyerap lebih dari 26 juta tenaga kerja.

View JSON | Print