Indonesian Political, Business & Finance News

Mount Rinjani Guides to Be Required to Carry Access Cards

| Source: DETIK_BALI Translated from Indonesian | Tourism Regulation
Mount Rinjani Guides to Be Required to Carry Access Cards
Image: DETIK_BALI

Para pemandu pendakian dan porter di Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), akan diwajibkan mengantongi kartu akses (pass card). Aturan ini bertujuan untuk memastikan setiap penyedia jasa wisata terdata dan memenuhi standar pelayanan di Gunung Rinjani. Kepala Subbagian Tata Usaha Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Astekita Ardiaristo, mengatakan pendataan diperlukan agar pendakian aman, nyaman, dan berkelas dunia. “Kami bekerja sama dengan Forum Wisata Lingkar Rinjani untuk melakukan registrasi ulang data porter dan guide di Gunung Rinjani,” kata dia, Kamis (18/6/2026). Saat ini, ada sebanyak 1.085 pemandu dan 1.415 porter di Rinjani yang telah terdaftar di Balai TNGR. Astekita menegaskan pemandu dan porter akan didata ulang dan mendapatkan kartu akses di Forum Wisata Lingkar Rinjani. “Bagi guide dan porter akan didata ulang melalui Forum Wisata Lingkar Rinjani untuk memperoleh kartu pass guide dan porter,” jelas Astekita. Meski begitu, aturan tersebut akan mulai diterapkan 1 April 2027. Adapun, kartu akses bagi pemandu maupun porter tersebut berlaku selama setahun dan harus diperpanjang secara berkala. Menurut Astekita, kepemilikan barcode maupun kartu akses ini merupakan bagian dari standar operasional prosedur (SOP) pendakian. Selama ini, para pemandu dan porter di Rinjani telah memiliki barcode sebagai tanda pengenal. “Pendataan dan penguatan selama ini sudah ada barcode untuk tanda pengenal dan sekarang dalam bentuk kartu pass atau ID card,” ujar Astekita. Astekita menjelaskan pemandu dan porter bukan hanya bertugas mengantarkan pendaki menuju puncak Gunung Rinjani. Melainkan menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan hingga menjamin keselamatan pengunjung. “Mereka garda terdepan dalam menjaga kebersihan dan mengelola sampah. Menjamin keselamatan pengunjung, melindungi kelestarian ekosistem, dan tentunya pelayanan yang profesional dan bertanggung jawab bagi setiap pengunjung,” imbuhnya.

View JSON | Print