Indonesian Political, Business & Finance News

Minister of Transport Reveals Timeline of Argo Bromo Anggrek Collision with KRL in East Bekasi

| Source: CNBC Translated from Indonesian | Infrastructure
Minister of Transport Reveals Timeline of Argo Bromo Anggrek Collision with KRL in East Bekasi
Image: CNBC

Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi membeberkan kronologi sementara dari kecelakaan kereta api antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line yang melayani rute Jakarta-Cimarang di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April. Kejadian itu terjadi pada pukul 20:52 WIB, mengakibatkan 124 korban, termasuk 16 korban meninggal dunia, 5 korban yang masih dirawat, dan 103 korban yang telah kembali ke rumah masing-masing. Dudy menjelaskan kronologi tersebut melalui video ilustratif, yang menunjukkan bahwa KRL 5568A (Jakarta-Cimarang) tiba di Stasiun Bekasi pada pukul 20:34 WIB, diikuti terlebih dahulu oleh KA Sawunggalih nomor 116B yang tiba di Bekasi pukul 20:35 WIB, telat sekitar lima menit dari jadwal normal. Sawunggalih kemudian berangkat dari Bekasi pada pukul 20:37 WIB dan melintas Bekasi Timur pada pukul 20:39 WIB. Selanjutnya, KA 5568A diberangkatkan dari Bekasi pada pukul 20:45 WIB, setelah tertinggal oleh Sawunggalih, terlambat delapan menit. Beberapa menit kemudian, sekitar pukul 20:48 WIB, sebuah taksi Green SM menemper KRL Commuter Line rute Cikarang-Kampung Bandan dengan nomor KA 5181B di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur. Saat terjadinya tabrakan tersebut, KA 5568A tiba di Stasiun Bekasi Timur pada pukul 20:49 WIB, terlambat 9 menit dari jadwal normal, dan sempat berangkat sebelum akhirnya berhenti lagi karena kerumunan warga di perlintasan. Selanjutnya, KA Argo Bromo Anggrek nomor KA 4B melintas Stasiun Bekasi Timur pada pukul 20:51 WIB, 3 menit lebih awal dari jadwal normal, dengan kecepatan sekitar 108 km/jam. Sayangnya, ketika Argo Bromo Anggrek akan melintas pada pukul 20:52 WIB, KA 5568A masih berada di Stasiun Bekasi Timur, sehingga tabrakan pun terjadi. Meski Menhub telah membeberkan kronologi sementara, pihaknya menunggu hasil investigasi KNKT yang masih berlangsung. “Kementerian Perhubungan tetap menghormati proses investigasi yang saat ini masih belum selesai, yang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT, dan mendukung pelaksanannya secara independen, profesional, setelah transparan,” terangnya.

View JSON | Print