Makassar Tawarkan Peluang Investasi dengan Dukungan ALKI II
Makassar Tawarkan Peluang Investasi dengan Dukungan ALKI II
Senin, 3 Agustus 2026 | 23:27 WIBMakassar, Beritasatu.com – Pemerintah Kota Makassar menegaskan kesiapannya menjadi pusat investasi di Indonesia Timur dengan memanfaatkan posisi strategis di jalur alur laut kepulauan Indonesia (ALKI) II, didukung infrastruktur bertaraf internasional, serta sistem pemerintahan berbasis smart city.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat menjadi pembicara dalam Business Investment Forum yang digelar di Makassar, Senin (3/8/2026). Kegiatan ini merupakan rangkaian Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakornas) ke-XXXV Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).
Forum bertema “Ketahanan Nasional: Pengusaha Indonesia di Tengah Fragmentasi Global” itu dihadiri pengurus Apindo dari seluruh Indonesia dan dibuka oleh Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla.
Di hadapan para pelaku usaha, Munafri yang akrab disapa Appi menjelaskan tiga keunggulan utama Makassar sebagai tujuan investasi, yakni lokasi yang strategis, pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat, dan iklim investasi yang didukung tata kelola pemerintahan berbasis smart city.
“Kami memiliki beberapa alasan, tetapi saya menampilkan tiga alasan utama. Yang pertama adalah Makassar dengan lokasi yang sangat strategis, dengan ekonomi yang terus tumbuh dan berkembang, dan menjadi kota yang sangat ramah terhadap investasi yang menerapkan sistem pemerintahan berbasis smart city,” ujarnya.
Menurut Munafri, posisi Makassar semakin strategis karena berada di jalur ALKI II yang menjadi salah satu rute utama perdagangan internasional dari Australia menuju Asia dan kawasan lainnya. Kondisi tersebut menjadikan Makassar sebagai pusat distribusi barang, jasa, dan mobilitas tenaga kerja di kawasan Indonesia Timur.
Keunggulan itu juga diperkuat dengan keberadaan pelabuhan internasional dan bandara internasional yang mempermudah aktivitas ekspor dan impor.
“Satu-satunya yang ada di Sulawesi Selatan, kota yang punya dua alur penghubung ekonomi, yaitu Pelabuhan Internasional dan Bandara Internasional, yang mampu menghubungkan proses barang dan jasa langsung ke tujuan ekspor dan impor,” katanya.
Munafri menegaskan investasi menjadi penggerak utama perekonomian Makassar karena kota tersebut tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui kemudahan perizinan, pelayanan yang ramah, serta kepastian bagi para investor.
Ia juga mengungkapkan realisasi investasi Makassar kembali meningkat setelah sempat mengalami penurunan pada 2024. Sepanjang 2025, investasi kembali tumbuh, baik dari penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN).
Malaysia, Singapura, Hong Kong, China, dan Jepang tercatat sebagai lima negara dengan nilai investasi terbesar di Kota Makassar.
Selain memaparkan capaian tersebut, Munafri menawarkan berbagai peluang investasi di sektor strategis. Di bidang pariwisata, Pemerintah Kota Makassar tengah mengembangkan kawasan sports tourism di Untia yang diawali dengan pembangunan stadion sepak bola milik pemerintah kota. Sementara itu, Kepulauan Spermonde diproyeksikan menjadi destinasi wisata bahari unggulan untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan.
Pada sektor industri, Kawasan Industri Makassar (KIMA) juga dinilai memiliki prospek besar. Tingkat okupansi kawasan itu telah melampaui 90% dan kini menjadi pusat hilirisasi berbagai komoditas, mulai dari kopi hingga hasil perikanan, sekaligus mendukung aktivitas ekspor dan impor.
“Ini memberikan gambaran bahwa Kota Makassar, kami siap untuk menerima investasi bersama-sama dengan supporting infrastruktur yang dimiliki oleh kota ini,” tegasnya.
Munafri menambahkan, potensi perikanan, pertanian, industri pengolahan pangan, serta dukungan perguruan tinggi seperti Universitas Hasanuddin menjadi ekosistem yang saling mendukung untuk memperkuat investasi, inovasi, dan riset di Kota Makassar.
IKUTI UPDATE BERITA INI
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Makassar Tawarkan Peluang Investasi dengan Dukungan ALKI II
Nasib Korban KM Mutiara Sentosa Belum Jelas, Keluarga Datangi Posko
B-FILES
Ketika Warna Menguji Janji Negara
Imamul MasyhudiDi Makam Ketua PB NU Pertama
Rio AbdurachmanAkuntabilitas Penanganan Kasus Eks Jampidsus
Muhammad Aras Prabowo