Indonesian Political, Business & Finance News

KEK Industropolis Batang Perkuat di Kancah Internasional, Bidik Ekosistem EV dan ...

| | Source: SIGIJATENG.ID | Investment

Batang (sigijateng.id) – Lagi-lagi, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang semakin memperkuat posisinya di kancah internasional dalam menarik penanaman modal asing (PMA).

Hal itu terungkap saat puncak rangkaian agenda strategis dalam ajang Investment Business Forum Indonesia Japan yang diselenggarakan pada 22 Mei 2026 di Bellesalle Kanda, Tokyo, Jepang.

Ajang bergengsi ini merupakan hasil kolaborasi bersama KBRI Tokyo, Bank Indonesia (BI) Tokyo, IIPC Tokyo (BKPM), dan JETRO yang mengusung misi memikat minat pelaku industri global di sektor High-Tech Industry.

Head of Industrial Sales KEK Industropolis Batang, Irma Sefrinta, menegaskan bahwa Batang sedang ditransformasikan menjadi pusat inovasi berkelanjutan.

Terkait kesiapan, Direktur Pemasaran dan Pengembangan KEK Industropolis Batang, Indri Septa Respati, menyebutkan bahwa keunggulan utama kawasan ini adalah kesiapan infrastruktur dan ekosistem terpadu.

KEK Industropolis Batang tidak sekadar menyediakan lahan industri, melainkan mengintegrasikan tiga sektor utama sekaligus, yakni industrial & processing, logistic & distribution, serta tourism.

“Ini menjadi bukti bahwa daya tarik investasi ke Indonesia, khususnya ke Batang, mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat,” tandasnya.

“Pada tahun 2025 saja, realisasi investasi langsung (FDI) Jepang mencapai USD 3,12 miliar, sehingga total investasi dalam lima tahun terakhir melampaui USD 18 miliar dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 13,2 persen,” ucapnya.

Ketahanan ekonomi Indonesia juga menunjukkan performa yang sangat resilien di tengah dinamika global. Lada kuartal pertama tahun 2026 investasi langsung Indonesia tercatat mencapai USD 30,2 miliar atau tumbuh sebesar 18,9 persen secara year-on-year.

Lebih lanjut, Cahyo menjelaskan terkait dukungan regulasi bagi KEK Industropolis Batang di era Presiden Prabowo. “Pemerintah Indonesia terus memperkuat reformasi struktural melalui kemudahan perizinan berbasis risiko melalui OSS, insentif fiskal dan non-fiskal yang kompetitif, serta penguatan standar industri yang selaras dengan kerangka ESG global,” terang dia.

View JSON | Print