Katalis Besar ADRO Sudah di Depan Mata - Investor Daily
Katalis Besar ADRO Sudah di Depan Mata
JAKARTA, investor.id – Prospek PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) pada 2026 dinilai tetap positif, setelah laba bersih semester I-2026 (1H26) melonjak 77% secara tahunan menjadi US$ 309 juta. Katalis besar sudah menanti mulai kuartal III-2026 (3Q26).
Kinerja Alamtri Resources pada semester I-2026 bahkan dicapai ketika segmen aluminium belum membukukan pendapatan dan masih mencatat kerugian, sehingga penjualan aluminium mulai kuartal III-2026 berpotensi menjadi katalis berikutnya.
Investment Analyst Stockbit Group, Theodorus Melvin menilai pencapaian laba Alamtri Resources pada semester I-2026 masih sejalan dengan ekspektasi. Laba emiten berkode saham ADRO itu telah mencapai sekitar 50% dari estimasi konsensus untuk tahun 2026.
Pada kuartal II-2026 (2Q26), ADRO membukukan laba bersih US$ 181 juta. Angka tersebut meningkat 41% secara kuartalan (qoq) dan 84% secara tahunan (yoy).
“Pencapaian tersebut menjadi semakin menarik karena bisnis aluminium belum mencatatkan pendapatan sepanjang enam bulan pertama 2026. Segmen tersebut justru masih membukukan rugi bersih US$ 45 juta,” tulis Melvin dalam ulasannya, Senin (31/8/2026).
Secara kuartalan, kenaikan laba ADRO pada 2Q26 antara lain ditopang segmen jasa pertambangan. Segmen tersebut membukukan laba bersih US$ 63 juta, melonjak 111% qoq dan 140% yoy.
Peningkatan laba jasa pertambangan didukung penurunan biaya bahan habis pakai (consumables) menjadi US$ 18 juta. Pada 1Q26, biaya tersebut masih mencapai US$ 32 juta.
Pada saat bersamaan, volume pengupasan lapisan tanah penutup atau overburden relatif stabil secara kuartalan sekitar 44 juta bank cubic meter (bcm).
Secara kumulatif, dua segmen terbesar ADRO, yaitu pertambangan dan jasa pertambangan, masing-masing mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 45% dan 54% yoy selama 1H26.
“Kinerja semester I juga mendapat tambahan dari pendapatan dividen sebesar US$ 34 juta dibandingkan tidak ada pendapatan serupa pada 1H25,” ungkap Melvin.
ADRO juga membukukan laba dari perusahaan patungan (joint venture/JV) sebesar US$ 34 juta. Pada periode sama tahun sebelumnya, pos tersebut masih mencatat rugi US$ 4 juta.
Melvin memperkirakan pendapatan dividen US$ 34 juta yang dibukukan pada 2Q26 berasal dari PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI). Pada 1Q26, ADRO belum membukukan pendapatan dividen.
Di sisi lain, beban keuangan bersih ADRO berubah menjadi US$ 13 juta pada 2Q26. Pada kuartal sebelumnya, perseroan masih membukukan keuntungan bersih dari pos tersebut sebesar US$ 13 juta.
Perubahan itu antara lain dipengaruhi bunga sewa pembangkit listrik untuk smelter aluminium PT Kalimantan Aluminium Industry sebesar US$ 26 juta yang mulai dibebankan pada 2Q26.
“Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan ketika kontribusi bisnis aluminium mulai masuk ke laporan keuangan ADRO,” sebut dia.
Katalis Besar ADRO