Indonesian Political, Business & Finance News

How Iran Reached the Nuclear Threshold Under Three U.S. Presidents

| | Source: MEDIA_INDONESIA Translated from Indonesian | Politics
How Iran Reached the Nuclear Threshold Under Three U.S. Presidents
Image: MEDIA_INDONESIA

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump kini menghadapi tantangan besar terkait program nuklir Iran yang kian mengkhawatirkan. Di tengah situasi pascaperang selama dua bulan, Teheran dilaporkan masih menguasai gunung uranium yang diperkaya tinggi dan menolak untuk menyerahkannya meskipun tekanan militer dan ekonomi terus meningkat. Berdasarkan data dari badan atom PBB (IAEA), Iran terus mengakumulasi bahan fisil setelah Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir (JCPOA) pada 2018. Program tersebut mengalami akselerasi signifikan selama masa pemerintahan Joe Biden hingga periode kedua Trump saat ini, menghasilkan material yang mendekati tingkat senjata (bomb-grade). Salah satu tujuan utama Trump dalam konflik ini Ialah memastikan Teheran tidak memiliki kemampuan untuk mengembangkan senjata nuklir. Namun, Iran tetap teguh menolak syarat-syarat yang diajukan Washington. Kampanye tekanan maksimum pada periode pertama Trump, maupun serangan militer gabungan AS-Israel pada Juni dan Februari lalu, belum mampu memaksa Iran menghentikan upaya nuklirnya. Pada Senin (19/5/2026), Trump menyatakan sedang menunda tindakan militer lebih lanjut. Ia meyakini ada peluang yang sangat baik untuk mencapai kesepakatan melalui diplomasi yang sedang diupayakan Gedung Putih. Meski demikian, banyak pakar meragukan optimisme tersebut mengingat rekam jejak negosiasi yang kerap menemui jalan buntu. Kritikus berpendapat bahwa situasi saat ini merupakan akumulasi kesalahan dari berbagai periode pemerintahan AS. pakar senjata pemusnah massal, Gary Samore, menyebutkan bahwa penarikan diri Trump dari JCPOA pada 2018 saat kesepakatan itu bekerja merupakan kesalahan awal. Namun, ia juga menyoroti kegagalan pemerintahan Biden yang tidak bergerak cepat di awal masa jabatannya untuk memulihkan kesepakatan tersebut. Di sisi lain, Iran juga dianggap melakukan kesalahan besar dengan menolak tawaran pemulihan JCPOA pada 2022 yang sebenarnya bisa mencabut sanksi ekonomi. Sebaliknya, Teheran justru meningkatkan level pengayaan uranium hingga 60%, tingkat yang belum pernah dicapai oleh negara nonnuklir sebelumnya. Meskipun situs pengayaan utama Iran sempat hancur dalam serangan Juni lalu, para ahli memperingatkan bahwa Iran masih memiliki pengetahuan teknis (know-how) dan infrastruktur tersembunyi. Dengan tewasnya banyak kepemimpinan lama Iran akibat perang, Washington kini harus berhadapan dengan pemimpin-pemimpin baru yang mungkin jauh lebih radikal dan enggan berkompromi. Trump kini menuntut syarat yang lebih berat, termasuk penghentian permanen pengayaan uranium dan pembongkaran situs-situs utama. Namun, tanpa konsesi timbal balik yang jelas, kebuntuan nuklir ini diprediksi akan terus menjadi ancaman stabilitas di Timur Tengah dan dunia internasional. (WSJ/I-2) Departemen Kehakiman AS (DOJ) resmi menghentikan seluruh tuntutan pajak terhadap Donald Trump dan keluarganya melalui dana permukiman senilai US$1,776 miliar. Iran memperingatkan respons keras terhadap ancaman militer Donald Trump, sementara harga minyak dunia anjlok di tengah harapan diplomasi Pakistan. Parlemen Iran mempertimbangkan sayembara US$58 juta untuk menargetkan Donald Trump dan Benjamin Netanyahu sebagai balasan atas kematian Ali Khamenei. Pentagon resmi menunda pengiriman pasukan ke Polandia seiring kebijakan “America First” Donald Trump yang memangkas ribuan personel militer AS di Eropa. Presiden AS Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan baru terhadap Iran dalam beberapa hari ke depan jika pembicaraan damai tidak mencapai kesepakatan. Iran memperingatkan respons keras terhadap ancaman militer Donald Trump, sementara harga minyak dunia anjlok di tengah harapan diplomasi Pakistan. Dua supertanker Tiongkok keluar dari Selat Hormuz setelah tertahan dua bulan. Presiden Trump dan Wapres JD Vance sebut kesepakatan damai dengan Iran segera tercapai. Militer AS menyita tanker Skywave yang membawa 1 juta barel minyak Iran di tengah ancaman serangan udara Presiden Donald Trump terhadap Teheran. Parlemen Iran mempertimbangkan sayembara US$58 juta untuk menargetkan Donald Trump dan Benjamin Netanyahu sebagai balasan atas kematian Ali Khamenei. AS dan Iran mulai bertukar formula program nuklir. Meski ada kemajuan, Israel dan AS justru meningkatkan kesiagaan militer untuk potensi perang.

View JSON | Print