Governor Ahmad Luthfi Offers Various Investment Projects at CJIBF 2026
Jateng Ingin Membangun Sinergi Menjaga Ketahanan Pangan Lewat Forum MPU
Jaga Daya Saing Investasi, Jawa Tengah Butuh Pembenahan Logistik Laut
Kadin Indonesia Puji Iklim Investasi Jateng Dinilai Berhasil Buka Jalan Investor
Semarang Raya Jadi Proyek Perdana Pengolahan Sampah jadi Listrik Demi Percepat Solusi Krisis Sampah
Gubernur Ahmad Luthfi Tawarkan Berbagai Proyek Investasi di CJIBF 2026
Polda Jateng Tangkap Pengedar Sabu di Pedurungan Semarang, 9 Paket Disita
Pemkab Rembang-DPR RI Kampanyekan Gerakan Indonesia Sehat
Puluhan Juru Masak SPPG di Rembang Ikuti Sertifikasi Chef MBG
UMKM di Jateng Jadi Tulang Punggung Perekonimian
Jemaah Calon Haji Boyolali Kloter 57 dan 58 Diberangkatkan ke Donohudan
Gubernur Ahmad Luthfi Tawarkan Berbagai Proyek Investasi di CJIBF 2026
Keterangan Gambar : ŌĆō Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi membuka ajang Central Java Business Investment Forum (CJIBF) 2026 di Ballroom Hotel PO, Kota Semarang, Senin (11/5/2026).
Semarang,
infojateng.id ŌĆō Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi
menawarkan berbagai poyek investasi
kepada para investor dalam ajang Central Java Business Investment Forum (CJIBF)
- Proyek tersebut di antaranya bergerak di sektor renewable energy,
pertanian dan hilirisasi pangan, pariwisata hingga pertambangan.
Ajang itu secara resmi dibuka oleh Gubernur Ahmad
Luthfi, Wakil Menteri (Wamen) Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu, dan
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Aida S Budiman di Ballroom Hotel PO, Kota
Semarang, Senin (11/5/2026).
Acara tersebut juga dihadiri oleh para investor dari
sejumlah negara, duta besar, asosiasi pengusaha, hingga pemerintah
kabupaten/kota.
Baca Lainnya :
Polda Jateng Tangkap Pengedar Sabu di Pedurungan Semarang, 9 Paket Disita0
Pemkab Rembang-DPR RI Kampanyekan Gerakan Indonesia Sehat0
Puluhan Juru Masak SPPG di Rembang Ikuti Sertifikasi Chef MBG0
UMKM di Jateng Jadi Tulang Punggung Perekonimian0
Jemaah Calon Haji Boyolali Kloter 57 dan 58 Diberangkatkan ke Donohudan0
“CJIBF ini sudah sepuluh kali dilaksanakan
(berkolaborasi dengan Perwakilan BI Jawa Tengah). Kita gunakan untuk business
matching (pertemuan bisnis), antara pengusaha dan pemerintah, mitra, dan
sebagainya termasuk dengan pengelola kawasan industri dan kawasan ekonomi
khusus di wilayah kita,” kata Luthfi usai acara.
Luthfi menandaskan akan terus menggenjot sektor
investasi di wilayahnya, Sebab, sektor investasi memberikan kontribusi besar
dalam perekonomian daerah.
Tercatat pada triwulan I 2026 realisasi investasi di
Jawa Tengah sudah mencapai Rp23,02 triliun dengan serapan tenaga kerja mencapai
92 ribu orang. Sementara pada 2025, capaian investasinya mencapai Rp110 triliun.
Tingginya investasi itu berkontribusi terhadap
pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah triwulan I ini 5,89 %, di atas rata-rata
nasional 5,61 %.
ŌĆ£Artinya untuk meningkatkan ekonomi di wilayah kita
perlu adanya forum-forum seperti ini,” jelasnya.
Lebih lanjut, untuk mendukung investasi, Provinsi Jawa
Tengah telah menyiapkan sekitar 12 kawasan industri dan ekonomi khusus baru.
Hal ini merupakan upaya dari collaborative government (pemerintahan
kolaboratif) antara pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota di Jawa Tengah.
“Kita siapkan 12 kawasan industri dan ekonomi
khusus. Maka kita minta di-guidance (diarahkan) oleh pemerintah pusat agar bisa
cepat,” katanya.
Wamen Investasi dan Hilirisasi atau Wakil Kepala BKPM
RI Todotua Pasaribu mengatakan, Jawa Tengah merupakan daerah yang sangat
penting bagi investasi. Capaian yang diperoleh pada 2025 termasuk sangat tinggi
secara nasional, termasuk pada triwulan I 2026 ini angka realisasinya juga
salah satu tertinggi.
“Pertumbuhan ekonomi itu sebenarnya 30%
kontribusinya dari sektor realisasi investasi. Hari ini, CJIBF yang diinisiasi
oleh Pemprov Jateng dan Bank Indonesia diharapkan bisa menjaga angka
pertumbuhan realisasi investasi ini,” kata Todotua.
Apalagi, CJIBF ini tidak hanya untuk mendorong
peningkatan investasi, tetapi juga bisa menciptakan ekosistem bagi pelaku
usaha. Termasuk pertumbuhan UMKM yang dapat bersinergi dengan industri besar.
Todotua juga mengapresiasi langkah Jawa Tengah yang
sudah menyiapkan 12 kawasan industri dan ekonomi khusus baru. Menurut dia,
memang sudah saatnya kawasan industri di Jawa Tengah diperbanyak karena luas
wilayah besar dna potensi daerahnya besar.
“Strategi interline logistik ini juga kita dorong
untuk pengembangan infrastruktur ke arah industri. Ini tantangan besar Jawa
Tengah untuk menambah kawasan industri. Kalau ada kawasan industry, perizinan
akan lebih mudah dan cepat,” ujarnya.
Adapun CJIBF 2026 terdiri dari beberapa rangkaian
kegiatan, yaitu talkshow bertema “Empowering Green and Sustainable Growth:
Unlocking Investment Opportunities in Central Java’s Leading Sectors”,
project showcasing, one on one meeting, dan kunjungan langsung (investment
visit) ke lokasi proyek investasi unggulan. (eko/redaksi)